Kulina Terbiasa
Kemarin saya bersepeda ke timur, menelusuri sawah, kemudian mendaki perbukitan selatan Piyungan. Tanpa rencana pasti, saya mencoba sebuah jalan cor baru yang menurut perkiraan ke arah Puncak Sosok. Sekitar 500 meter jalan, ternyata jalur itu berbelok ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Piyungan. Halah , balik ke sini juga batinku. Saya tetap lanjut ngonthel, mengikuti jalan menembus TPA. Bau busuk menusuk segera tercium. Bahkan setelah saya keluar dari kawasan TPA, bau itu masih tercium di kampung-kampung sebelah selatan yang berjarak lumayan jauh. Saya sempat buka masker untuk memastikan bahwa bau itu memang masih ada dan bukan kaena nempel di masker saya. Saya jadi mikir bagaimana orang-orang ini bisa hidup di lingkungan demikian? Saya yang cuma lewat hampir muntah tidak kuat. Pas terakhir lewat beberapa bulan lalu, seingatku baunya tidak separah hari ini. Ini luar biasa busuknya. Nggak kebayang bisa hidup di tengah bau seperti itu. Tetapi saya segera teringat mudik lebaran kemarin....