Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Masjid Ramah Difabel

Gambar
Judul buku: Masjid Ramah Difabel: Dari Dari Fikih ke Praktik Aksesibilitas  Penerbit: LKiS (Yogyakarta) Tahun: 2019  ISBN: 978-623-7177-15-9  Beli buku ini di Bukalapak ***  Jika pembaca memperhatikan judul buku ini, mungkin ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dengan masjid ramah difabel?” atau bertanya, “Mengapa dari Fikih?” Pertanyan pertama akan dijawab oleh buku ini secara keseluruhan. Pembaca dapat memperoleh informasi tentang apa yang dimaksud dengan masjid ramah difabel dengan membaca tuntas dari Bab 1 sampai dengan Bab 13.  Saya membagi tiga belas bab itu dalam tiga bagian: bagian pertama tentang asal-usul relasi masjid dan aksesibilitas; bagian kedua menjelaskan tentang konsep dan gagasan ‘masjid aksesibel yang ramah difabel’; dan bagian ketiga, menyajikan contoh masjid aksesibel. Anda boleh membaca tanpa berurutan, karena ketiga bagian itu berdiri saling melengkapi dan tidak dibuat dalam baris berurutan. Dengan membaca tiga bagian itu, konsep masjid...

Mengadili Disertasi

Gambar
Foto credit: FB Abdul Aziz Beberapa hari yang lalu, saya mengutip kutipan populer dalam bahasa Inggris, "Don't judge a book by its cover" untuk buku saya yang akan terbit. Kalimat itu terjemahan jowone, "Matamu moco'o sik!" Saya menahan diri untuk tidak komentar soal disertasi Pak Abdul Aziz karena saya belum membaca. Beberapa orang memprovokasi saya dengan mengirimi video terkait agar saya komentar. Sebagian saya jawab seperlunya, sebagian tidak saya jawab. Sampai akhirnya tadi pagi saya memperoleh copy disertasi itu. Membacanya dengan seksama, sampai Bu Dekan pun nyemantani saya, "Weh, serius tenan macane!" Lha nggih to Bu, apa bedanya kita dengan netijen kalau ikut ribut tetapi tidak membaca. Wis. Intinya saya sudah baca. Sekarang sah bagi saya untuk memberi komentar. Perlu saya sampaikan, secara pribadi saya kenal Pak Abdul Aziz. Kami sama-sama alumni IAIN Walisongo dan kami bertemu di IAIN Surakarta. Beliau sebagai dosen muda, say...

"Salah-silah" Disertasi Milk al-Yamin

Gambar
foto credit: FB Abdul Aziz Saya sudah berjanji untuk melanjutkan review saya terhadap disertasi pak Abdul Aziz. Sebenarnya saya juga sudah menyiapkan sebuah tulisan untuk saya share di Facebook. Tetapi, saya kemarin Kamis ke IAIN Surakarta dan mendengar perkembangan terakhir di luar disertasi yang memprihatinkan. Di samping bullying melalui meme dan hujatan kaum sok-moralis penjaga surga di medsos kepada Pak Aziz, sasaran teror sudah meluas ke anak istrinya. Menjijikkan sekali! Di grup WA guru-guru PAI (ya PAI lho!), guru Pendidikan Agama Islam, salah satu ibu guru membagikan meme yang bergambar foto Pak Aziz dan putrinya dengan teks yang tidak pantas. Yang menyedihkan bukan hanya teks di meme itu, tetapi komentar guru PAI, “Nih, anaknya cantik lo… Ada yang mau? Bapaknya sudah membolehkan! Hahaha.” Coba, apa isi otak orang yang mengeluarkan ucapan seperti itu? Disertasinya pun tidak ia baca, meme yang ia share hanya berisi provokasi syahwat, dan ia seorang guru agama? Secara a...