Terpaksa Ibrani
Kemarin setelah dari bank, saya pergi ke pasar, lagi. Ya, untuk kedua kalinya memang. Sebab, malamnya saya juga sudah ke pasar itu. Sewaktu mengobrol dengan orang Filipina yang bareng vaksinasi di balai kota, ia memberi tahu kami soal pasar rakyat yang murah, segalanya ada. Nah, saya balik lagi ke pasar karena ingin membeli beberapa barang seperti sendok, piring, gelas, dan sepatu bila perlu. Semalam saya hanya lihat-lihat saja, untuk mengenal lokasi. Setelah memperoleh beberapa barang, saya lanjutkan dengan menelusuri jalanan pertokoan di Yerusalem. Saya melirik harga-harga sepatu yang di toko-toko olah raga. Harga yang dipajang, ada yang 150 NIS sampai 400 NIS. Karena saya hanya butuh sepatu ekstra saja yang ringan untuk jalan, saya ingin cari yang murah meriah begitu. Saya berhenti di sebuah toko sepatu sederhana, hanya sebuah kios kecil yang memajang sepatunya di emperan toko. Saya berhenti melihat-lihat sepatunya. Tidak ada harga tercantum. Ketika saya melihat salah satu sep...