PROPORSI, REPRESENTASI, DELUSI
Saya sebenarnya sudah tidak berminat menanggapi mereka yang ribut dan teriak curang coreng. Sebab mereka akan terus mengatakannya sampai kapan pun. Tidak peduli apa pun. Sebab mereka sudah mulai teriak itu sejak "permainan" belum dimulai pun. "Hanya kecurangan yang membuat kami kalah," kata mereka dulu. Dulu sekali. Jadi, saya akan melihat yang lebih besar dari pemilu. Sebutlah namanya "delusi mayoritas!", penyakit paling naif yang menjangkiti sebagian kelompok Muslim Indonesia. Delusi mayoritas ini lebih tua dari delusi kemenangan Prabowo. Saya tidak tahu persis setua apa, tetapi saya teorikan sejak kita bersiap merdeka dan punya MIAI (Madjlisul Islami A'la Islami Indonesia), cikal bakal Masyumi. Seperti namanya, organisasi ini mengira bisa menjadi organisasi Islam untuk semua orang Islam. Islamnya orang Islam. Di atas NU atau Muhammadiyah yang terlebih dulu lahir. Lebih tinggi dari semuanya (a'la). Karena Muslim itu secara 'proporsi...