Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

Urutan Pendapat Ulama dalam Mazhab Syafi'i

Gambar
Pendapat siapakah yang dapat/boleh dipergunakan untuk berfatwa di antara pendapat-pendapat yang berbeda dari ulama Syafi'iyah? Yang boleh/dapat dipergunakan berfatwa ialah:  a. Pendapat yangterdapat kata sepakat antara Imam Nawani dan Imam Rofi'i. b. Pendapat yang dipilih oleh Imam Nawawi saja c. Pendapat yang dipilih oleh Imam Rofi'i saja.  d. Pendapat yang dikosongkan oleh ulama terbanyak e. Pendapat ulama yang terpandai. f. Pendapat ulama' yang paling warai'. Keterangan: Dari kitab l'anatut-Thalibin . (Keputusan Muktamar 1, Surabaya, 13 Rabiul Tsani 1345/21 Oktober 1926) Pertanyaan terkait: Wajibkah kita bermazhab?

Menurut NU, Orang Islam Wajib Bermazhab

Gambar
Wajibkah bagi umat Islam mengikuti salah satu dari empat madzhab?  Pada masa sekarang, wajib bagi umat Islam mengikuti salah satu dari empat madzhab yang tersohor dan madzhabnya telah di kodifikasikan (mudawwan). Adapun empat madzhab itu ialah: Madzhab Hanafi. Yaitu madzhabnya Imam Abu Hanafiyah an Nu'man bin Tsabit, (lahir di kufah tahun 80 H. dan meninggal pada tahun 150 Н.)  Madzhab Maliki. Yaitu madzhabnya Imam Malik bin Anas bin Malik, (lahir di Madinah pada tahun 90 H. dan meninggal pada tahun 179 H.) Madzhab Syafi'i. Yaitu lahir di Gozzah pada tahun 150 H. dan meninggal pada tahun 204 H.). Madzhab Hambali. Yaitu madzhabnya Imam Ahmad bin Hambal, (lahir di Marwar pada tahun 164 H. dan meninggal pada tahun 241 H.). Keterangan: Dari kitab al-Mizan al-Sya'roni, Fatawi Kubra dan Nihayatussul. (Keputusan Muktamar 1, Surabaya,  13 Rabiul Tsani 1345/21 Oktober 1926) Pertanyaan terkait: Dalam Mazhab Syafi'i, Pendapat Siapakah yang paling kuat?

Menyebar Ide Masjid Ramah Difabel

Gambar
  Tema: Masjid Ramah Difabee Tempat: Hotel Pandanaran, 25 Januari 2024 Penyelenggara: Bidang Urais Kemenag DIY Peserta: Pengurus Badan Koordinasi Masjid se-DIY

Membela yang Menang!

Gambar
Kalau ada pertandingan final Piala Dunia yang mempertemukan Brazil dan Kamerun, misalnya, kira-kira tim mana yang Anda dukung? Kebanyakan orang, secara "naluri", akan berpihak kepada tim yang lemah, the underdog, Kamerun! Para ilmuwan sudah lama tertarik dengan fenomena " rooting for underdogs " ini dan mencoba menjelaskannya dalam beberapa teori. Di antaranya adalah teori tentang "keadilan." Karena menyangkut kepentingan survival kita sendiri, kita tidak suka melihat ketimpangan. Kita ingin si lemah menjadi pemenang agar tercipta keseimbangan. Karena kemenangannya adalah wujud keadilan. Teori lainnya menjelaskan bahwa rooting for underdogs bersumber dari fitrah kita sebagai makhluk yang bersimpati. Secara alami, ketika melihat orang yang mengalami kekurangan, kelemahan, kita terpanggil untuk membantu. Tim lemah layak "dikasihani" dan kemenangannya akan kita rayakan sebagai pembebasan dari kesusahan dan kekurangan. Masih ada beberapa teori lain y...

Koleksi Kitab Rujukan Ulumul Qur'an Mabahis al-Quran

Gambar
01 Al-Itqan Fi Ulum al-Quran Imam Suyuthi Unduh PDF 02 Mabahits Fi Ulum al-Quran Dr. Shubhi Sholih Unduh PDF 03 Mabahits Fi Ulum al-Quran Manna' al-Qaththaan Unduh PDF 04 Manahilul 'Irfan Abdul Adzim al-Zarqoni Mukaddimah Jilid 1 Jilid 2 05 al-Burhan Fi Ulum al-Quran Muhammad bin Abu Bakar al-Zarkasyi Cover Mukaddimah Juz 1 Juz 2 Juz 3 Juz 4 06 Al-Durru al-Mashun Ahmad bin Yusuf Halabi Cover Muqaddimah Juz 1 Juz 2 Juz 3 Juz 4 Juz 5 Juz 6 Juz 7 Juz 8 Juz 9 Juz 10 Juz 11 07 Asbab Nuzul ...

Koleksi PDF Tafsir-Tafsir al-Qur'an Muktabarah

Gambar
01 Al-Quran dengan Mushaf Utsmani Riwayat Imam Hafsh Unduh PDF 02 Tafsir Jalalain Jalaluddin al-Suyuthi dan Jalaluddin al-Mahalli Cover Content 03 Tafsir al-Munir Dr. Wahbah al-Zuhaili Cover Juz 1 Juz 2 Juz 3 Juz 4 Juz 5 Juz 6 Juz 7 Juz 8 Juz 9 Juz 10 Juz 11 Juz 12 Juz 13 Juz 14 Juz 15 Juz 16 04 Tafsir Ibnu Katsir Abi al-Fida’ Ismail bin Umar Ibn Katsir Cover Muqaddimah Juz 1 Juz 2 Juz 3 Juz 4 Juz 5 Juz 6 Juz 7 Juz 8 05 Tafsir Murahu al-Labid Muhammad bin Umar al-Nawawi al-Jawi / Syaikh Nawawi Banten Cover Juz 1 Juz 2 06 Tafsir al-Qurthubi Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi Cover Mukaddimah Juz 1 Juz 2 Juz 3 Juz 4 Juz 5 Juz 6 Juz 7 Juz 8 Juz 9 Juz 10 Juz 11 Juz 12 Juz 13 Juz 14 Juz 15 Juz 16 Juz 17 Juz 18 Juz 19 Juz 20 Juz 21 Juz 22 Juz 23 Juz 24 07 Tafsir al-Thabari al-Imam Muhammad bin Jarir al-Thabari Cover Jilid 1 Jilid 2 Jilid 3 Jilid 4 Jilid 5 Jilid 6 Jilid 7 08 Tafsir al-Khazin ‘Ala’u al-Din Ali bin Muha...

Khalifah Ali Bukan Pemuda

Gambar
Sayyidina Ali sering disebut dan dirujuk sebagai sosok "pemuda ideal." Ia sering menjadi teladan untuk menginspirasi kaum muda agar berani dan berprestasi. Tetapi, perlu kita ingat dengan baik, saat beliau menjadi khalifah, usianya sudah tidak muda lagi. Berapa? 56 tahun. Kira-kira dua tahun lebih muda dari Muhaimin Iskandar. Identitas Ali sebagai representasi orang muda tentu saja terkait dengan posisinya sebagai figuran dalam kisah kenabian. Dalam sejarah kenabian ini, Ali (yang lahir sekitar 600 M) berusia tiga puluh tahun lebih muda dari tokoh utama di kisah itu, Muhammad SAW. Saat ia tampil pertama di layar sejarah kenabian, usianya baru sekitar 22 tahun. Ia dikenal karena memainkan peran kunci dalam episode hijrah Nabi ke Madinah, memainkan diri sebagai pemeran pengganti, kamuflase Muhammad SAW yang diam-diam meninggalkan rumahnya. Perannya semakin menonjol sebagai anak muda karena beliau aktif terlibat dalam perang-perang heroik di zaman awal kenabian melawan Quraisy M...

Balas Budi

Gambar
Salah satu penyebab mengapa kolusi dan korupsi susah diberantas adalah karena kita sering gagal, atau sengaja tidak mau, membedakan antara "fungsi" dan "jasa."  Misalnya, kami dulu pernah berdebat tentang apakah anak dosen UIN perlu mendapat jatah kursi pendaftaran mahasiswa baru. Mereka yang mengusulkan berargumen, kursi itu layak diberikan karena orang tuanya "telah berjasa" kepada UIN. Jasa di sini jangan disamakan dengan kata "produk & jasa" tetapi "jasa" dalam arti pengabdian tanpa pamrih seperti para pahlawan itu, alias budi.  Saya menolak argumen ini. Dosen mengajar itu menjalankan fungsi, ia tidak berjasa. Ia dibayar untuk hampir setiap keringat yang ia tetesan, bukan karena budi baiknya. Tentu kadang kita gotong royong, tetapi secara umum kita bekerja dan dibayar karena fungsi kita. Maka, ketika saya mengajar, ya saya tidak berharap apa pun dari mahasiswa. Saya telah dibayar oleh negara. Kalau ada mahasiswa sukses, ya itu k...

Profesor Koq Plagiat

Gambar
Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan pesan via WA dari seorang mahasiswi. Sebut saja ia Mawar. Seperti tampak dalam tangkap layar di bawah ini, Mawar menanyakan apakah artikel yang ia temukan ini dapat dianggap plagiat. Sebab, meskipun ditulis dalam bahasa yang berbeda, Inggris dan Indonesia, isinya sama.  Setelah saya ikut cermati, memang kedua naskah itu sama. Si plagiator menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia. Saya sudah dua kali menjumpai kasus semacam ini. Bedanya, kasus yang satunya lagi diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Dalam dua kasus terjemahan semacam ini, tentu saja turnitin tidak dapat mendeteksi. Dan karena itulah sering saya bilang, turnitin itu hanya "alat bantu," bukan "alat penentu" plagiarisme. Kembali ke percakapan kami di WA. Mahasiswa ini tentu saja merasa kecewa, "profesor koq plagiat." Tampaknya ia memiliki keyakinan bahwa gelar "profesor" itu mewakili segala puncak kemuliaan akademik: sta...

Para Plagiat yang Terhormat

Gambar
Pernyataan saya di Facebook mengundang pertanyaan: ada kasus apa lagi? Di mana? Siapa? Asumsi pertanyaan itu adalah: ada kasus baru yang membuat saya berkomentar. Keliru ya lur! Penyataan saya berangkat dari banyak peristiwa. Makanya saya sebut "para." Bukan satu kasus saja. Sebagian kasus yang jadi rujukan saya, melibatkan saya sendiri sebagai korban atau "saksi pelapor." Tetapi, ya itu tadi, tidak ada efeknya.  Ingin tahu kasusnya mana saja? Ini contohnya: 1. Pejabat di salah satu PTKIN. Sudah lama ia plagiat, terbukti plagiat, tetapi tidak ada gerakan apa-apa. Ia selesaikan tugasnya menjadi pejabat tanpa ada kebisingan. Ia baik-baik saja. 2. Seorang dosen di PTKIN, terbukti plagiat, hanya jadi perkara sebentar dan diselesaikan dengan aneh. Ia baik-baik saja,  bahkan bisa menyelesaikan studinya sampai menaikkan karirnya ke puncak jabatan  fungsionalnya. Ia baik-baik saja, menjabat pula. 3. Ada dosen PTKIN memplagiat tulisan saya. Saya laporkan ke jurnalnya. Tulisa...

Translating The Untranslatable: The Jalālayn learning as a translation practice

Gambar
Judul: Translating The Untranslatable: The Jalālayn learning as a translation practice Jurnal: Indonesia and the Malay World, Vol. 51, No. 151, 2023 Tanggal Terbit: 4 Januari 2024  DOI: https://doi.org/10.1080/13639811.2023.2264672 ABSTRACT Apart from the issue of the translatability of the Qur’an, the practice of translating the Qur’an into Indonesian has captured the attention of scholars. Some studies argue that there was a pause in activity after the composition of Tarjumān al-Mustafīd, a translation from Arabic to Malay in the 17th century. This viewpoint is primarily influenced by the expectation of finding a complete translation work similar to Tarjumān. However, this article contends that translating the Qur’an has always been an ongoing practice before and after Tarjumān. The aim of these translation practices, however, is not necessarily to create a work translated from one language to another, but rather to serve as a pedagogical activity that produces knowledge about th...

Drama Kehilangan Tas di Changi Airport

Gambar
Sekian kali pergi ke luar negeri sendirian, saya belum pernah mengalami "kehilangan" tas dengan alasan apa pun (alhamdulillah). Tetapi, dua kali pergi bersama istri, dua kali itu pula saya "kehilangan" tas dan koper. Pertama, saat umroh awal tahun 2023 lalu; dan kedua saat pulang dari Malaysia kemarin. Drama seperti ini mungkin memang perlu kita alami agar hidup itu tidak datar-datar saja. Ya nggak? Pas umroh dulu, koper saya hilang selama tiga hari. Bayangkan, koper itu isinya adalah semua pakaian yang saya siapkan untuk umroh dua minggu. Begitu tiba di Madinah, koper itu lenyap entah ke mana. Pihak travel nggak bertanggungjawab, sementara kita tak berdaya sama sekali. Beda dengan pergi sendiri, semua urusan koper kita itu kan mereka tangani sejak kita tiba di Cengkareng. Apakah koper itu ikut terbang ke Saudi atau nggak pun kita tak tahu. Jadi, ketika kita tidak bisa menemukannya di Madinah, kita juga nggak tahu nyarinya di mana. Plus, barcode check-in baggage jug...