Akhirnya, ada yang membela kita [yang miskin]
Saya menunggu harap-harap cemas kasus yang melibatkan proyek digitalisasi buku "yatim" (orphant books : tanpa pengarang atau yang ahli warisnya tidak ada, dan yang sudah tidak dicetak ulang) oleh Google. Sebagai orang yang tinggal di negara miskin, Google books dan proyek buku gratis tersebut sangat menggembirakan kita. Kita akan cepat pintar! Kita akan bisa bersaing dengan negara maju karena kita memiliki akses yang sama terhadap buku! Apa sih yang membedakan kuliah di Amerika dan di Indonesia? Salah satunya ya akses terhadap koleksi buku itu. Kalau akses ini dibuka, maka kualitas riset kita pun akan bisa diperhitungkan karena kekuatan referensi kita. Jadi, ya harus didukung lah proyek-proyek semisal itu. Sayangnya, Google terancam oleh para pesaingnya yang meminta Departemen of Justice untuk meninjau. Saya senang sekali dengan adanya gerakan pendukung Google seperti yang termuat dalam berita berikut: A proposed settlement allowing Google to digitize millions of books will h...