Catatan Bangkok: Manusia Super
Saya mengenalnya pertama kali lewat email panitia conference. Hanya ada dua orang Indonesia yang diundang. Saya dan orang ini. Kalau saya menyebutnya sebagai manusia super, itu saya jamin karena ia 'super beneran'! Saya toh bukan termasuk orang latah yang suka bilang "super sekali" itu ( duh ). Namanya Sugiyo. Walaupun namanya berarti "kayalah engkau", ia bukan orang yang kaya materi. Dia tidak sekaya ARB, HT, atau PS. Tetapi, meski hanya mengenalnya tiga hari, saya bisa menyebutnya orang yang kaya hati dan pemberi. "Aku masih simpan itu tongkat yang kau bagi." Kata teman kami dari Malaysia kepada Sugiyo. Mereka pernah bertemu sebelumnya beberapa kali. Setiap bertemu, Sugiyo selalu membawa oleh-oleh buat temannya itu. Di pertemuan kali ini, ia bawakan batu akik dan buku Yasin Braille untuk ketua "Yayasan Orang Buta Malaysia" itu. Bukan hanya kekayaan hati yang membuat Sugiyo saya sebut manusia super. Dengarkan kisahnya. Ia diting...