"Ustadz" dan "Ahli Ilmu"
Akhir-akhir ini, dengan berkembangnya teknologi informasi dan media massa, apa yang menjadi panutan umat, siapa yang didengar umat, mulai bergeser dari definisi-definisi tradisional tentang 'ulama' dan 'kyai'. Jika dulu yang dinamakan kyiai dan menjadi panutan adalah orang tempat kita menimba ilmu dalam ikatan-ikatan keguruan yang amat dekat, sekarang kita mulai menemukan orang-orang yang didengar suaranya, diikuti pendapatnya, karena semata-mata ia oleh media disebut sebagai "ustadz", atau lebih menyedihkannya "dikontrak" dan "diorbitkan" menjadi ustadz. Jika dulu, untuk menjadi kyiai, orang dapat dipastikan belajar dan menguasai ilmu agama dengan baik, sekarang tidak lagi. Cobalah Anda tengok pentas pemilihan da'i di TV-TV itu. Satu-satunya kualifikasi 'da'i' adalah mereka yang dapat 'ngomong' dan 'menghibur' pemirsa TV. Tidak pernah ada kontes da'i yang menayakan kualifikasi atau sayrat-syarat yang m...