Tak Perlu Membela Jokowi
Koran pagi ini Selama masa kampanye hingga akhirnya diketok palu KPU, entah berapa kali saya menerima kritik atas sikap terbuka saya, atas pilihan saya, dan atas keberpihakan saya pada Jokowi. Akhirnya, setelah semua hiruk pikuk usai (ah, anggap saja usai, biarkan yang ribut itu melanjutkan keributannya sendiri), saya perlu menuliskan latar belakang pilihan politik saya. Saya jelaskan di blog ini, dalam benak saya, minimal untuk dibaca anak-anak saya kelak ketika mereka dewasa dan mungkin akan menghadapi hal-hal yang serupa di masa depan. Sebagian dari sikap politik saya hari ini, jujur saja, dibentuk oleh pengalaman bapak saya. Sebagian pengalaman itu ditanamkan lewat diskusi-diskusi kecil kapan pun waktunya memungkinkan, sebagian lewat kesaksian pada kegiatan politik di rumah kami, di lingkungan kami, dan (yang bapak sendiri mungkin tidak tahu) dari catatan-catatan buku harian di masa muda bapak yang secara tidak sengaja saya temukan di anatar buku-buku bekas di almari rumah....