Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Ilmu Agama dan Ilmu Manusia

Saat saya di Madrasah Aliyah yang mengambil jurusan khusus keagamaan, kami dibekali apa yang mungkin disebut sebagai ilmu keulamaan. Ilmu alat dasar seperti nahwu dan sharf, ilmu dasar tafsir (ulumul Qur'an), ilmu dasar Hadits (ulumul Hadits), ilmu Fiqh dan Usul Fiqih, juga ilmu kalam dan sedikit tasawuf, dan kami setiap hari bergulat dengan berbagai diskusi tentang masalah masalah keislaman dengan bekal ilmu ilmu dasar itu. Seolah olah, itu cukup. Lalu, saya menjadi sadar itu belum cukup karena persoalan agama tak pernah bisa berhenti pada teks dan pendekatan teks. Di IAIN, untungnya, kesadaran itu adalah mainstream. Buku Tafsir Kontekstual karya Taufiq Adnan Amal, misalnya, menandai momentum kesadaran bersama itu. Catatan saya hari ini bukan sesuatu yang baru bagi orang-orang IAIN. Saya tulis untuk pembaca Facebook yang lebih luas. Intinya. Kita harus membaca melampaui teks. Salah satunya, membaca teks sebagai manusia. Lho? Memang selama ini kita membaca sebagai apa? Kita mem...

Ustadz Sunna dan Ustadz Wahabi

Gambar
Video yang saya kritik berikut adalah sampel saja. Saya tidak berniat menghujat. Hanya mengkritik. Dalam video ini, si Ustadz mencoba mengklarifikasi istilah Wahabi dan Salafi. Saya beri screenshoot saja biar tidak membantu traffic-nya. Toh Anda mudah cari sendiridi Youtube. Poin pentingnya: 1. Pengajian 'kita' juga disebut orang sebagai Salafi karena kita sering mengutip "Salafu Ummah". Tetapi tidak ada kelompok yang bernama Salafi itu. Itu hanya istilah. 2. Wahabi pernah ada di jaman dulu, di Maroko. Mereka sesat dan sudah dihancurkan oleh Khilafah Abbasiyah. 3. Pihak yang menggelari kelompok si Ustadz dengan nama Wahabi itu adalah orang Syi'ah. Orang Syi'ah menyebut Saudi sebagai negeri Wahabi agar dimusuhi orang Sunni. 4. Saudi bukan Wahabi. Saat si Ustadz kuliah di sana, ia tidak menemukan Wahabi di Saudi, yang ada adalah guru-guru yang dalam ucapannya selalu mengutip "Allah berfirman... Rasul bersabda..." CATATAN SAYA * Kita abaikan du...