Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

5 years on FB | Not Really "Like This" yo.

Gambar
Awalnya saya tidak paham. Di Cafe Perpustakaan University of Washington yang ramai riuh oleh mahasiswa, seorang freshman berwajah Asia Selatan yang ada di meja seberangku mendekat. Mahasiswi itu menyapa, "Hi, you have my laptop".  Kaget. Tapi saya segera sadar apa yang dia maksud. Laptop kami sama persis. Lalu, kami pun ngobrol sejenak karena dia sedang menunggu temannya. Di tengah obrolan itu, dia bertanya, "Do you have facebook?" Segera saya jawab, "Nop." Bukan karena tidak punya, saya juga tidak paham apa yang dia maksud :D Tetapi, pertanyaan anak itu mengingatkan saya ke headline koran kampus beberapa hari yang lalu, yang saya juga tidak pedulikan: heboh Facebook. Saya tidak peduli karena saya tidak ngeh juga apa itu facebook dan tidak punya waktu untuk mengetahuinya. Ini terjadi kira-kira akhir tahun 2006, beberapa saat setelah Facebook secara resmi dibuka untuk umum pada bulan September (semula hanya untuk mahasiswa Harvard dan sejumlah pe...

Tentang Saudara Sepersusuan

Gambar
Salah seorang 'mantan' mahasiswa saya menanyakan hal berikut ini di fanpage Facebook Kuliah Fiqih: salam.. Rindu kuliah fiqih lg nie... mau nanya bebrapa hari yang lalu tidak sengaja saya melihat acara televisi yang kebetulan ada selebriti yg baru punya anak bayi diwawancarai, trus dia itu mengumpulkan ASI (punyanya) sendiri atau punya banyak stok ASI yg lumayan banyak freezer, katanya selain untuk anaknya juga ASI nya itu untuk didonorkan juga ke rumah sakit,utk bayi2 yg membutuhkan. pertanyaannya apakah boleh mendonorkan ASI dlm islam?? apakah tidak akan menjadi madarat jika suatu saat seandainya anak kandung nya menikah dengan orang yang meminum Air Susu nya dari hasil donor karena faktor tidak tahu?? Masalah "saudara sepersusuan" dalam Fiqih terkait erat dengan masalah pernikahan. Kalau kita membuka kitab Fiqih, semisal Fiqh al-Sunnah, bab saudara sepersusuan termasuk dalam salah satu sub bab Kitab Nikah. Berbeda dengan donor mata, jantung, dan lain-lain,...

UIN anti Plagiarism

Saya menemukan sticker ini di salah satu papan pengumuman di Fakultas Dakwah. Saya tidak tahu siapa yang menempel tetapi saya ingin berterimakasih kepada siapa pun yang mengkampanyekan gerakan anti-plagiarisme. LIKE THIS! Di Blog Kuliah Fiqih, saya sendiri juga serius mengkampanyekan anti-plagiarisme. ( Silakan lihat di sini ) Sebab, sudah terlalu banyak kasus plagiarisme di kampus ini yang dilakukan baik oleh mahasiswa maupun dosen. Kalau UIN secara institusi belum kelihatan serius menjawab persoalan ini, gerakan-gerakan personal dari para dosen dan mahasiswa yang peduli memang harus terus digalakkan. Setiap dosen harus membawa issu plagiarisme di kelas: menjelaskan apa itu plagiarisme dan seberapa besar dosanya. Di kuliah pertama minggu ini, saya katakan di kelas, "dosa plagiarisme sangat besar, tak terampuni, dan hanya setingkat di bawah syirik :-)" Plagiarisme kadang terjadi karena sengaja dan kadang karena tidak tahu. Kalau mahasiswa tidak tahu, maka kewajiban kita...

REST IN PEACE. LIBRARY.NU (W. Februari 2011)

Gambar
Ini seperti mendengar pembakaran perpustakaan Baghdad oleh tentara Mongol. Seminggu yang lalu, saya dan adik saya mendiskusikan tentang ditutupnya beberapa situs populer karena kasus pembajakan. Salah satu yang sempat kami singgung adalah nasib libray.nu. Saya bilang waktu itu, "It's just a matter of time". Sore ini saya menerima kabar lebih cepat dari yang saya harap. Library.nu sudah mati. mati. mati. Kalau Anda ke sana layar ini yang akan tampak: RIP LNU Library.NU sendiri sudah menyadari akan "kematiannya" beberapa waktu sebelumnya. Menurut feed yang saya lacak, posting material terakhir yang dilakukan oleh Library.nu adalah tanggal 21 Januari lalu. Berikut adalah informasi terkait kematian library.nu Library.nu, Book Downloading Site, Targeted In Injunctions Requested By 17 Publishers Sementara diskusi untuk 'menghidupkan' lagi ada di sini: http://www.reddit.com/r/trackers/comments/ppfwc/librarynu_admin_the_website_is_shutting_down_d...

How do People Die in Indonesia?

Gambar
Kematian. Setiap orang akan menjumpai mati. Tidak peduli kapan. Kematian pun membawa banyak pelajaran. Termasuk pelajaran yang bernilai akademis. Tulisan pendek berikut sangat baik membaca kematian di masyarakat kita, Jawa khususnya. Pak bernie yang orang Amerika menemukan beberapa hal menarik tentang kematian di Jawa -- tentu bila dibanding dengan di Amerika. Karena itu, apa yang semula kita terima secara 'normal' menjadi kelihatan 'aneh'nya di mata Pak Bernie. Rasanya jadi tertarik juga dengan kajian tentang kematian. Topik kematian tentu menarik untuk dibahas dari berbagai disiplin ilmu. Karena selagi kematian itu sangat dekat dengan kita, nyaris tidak mungkin kita melakukan 'antropologi kematian' selain dari jarak yang justru jauh. Tulisan ini saya dapatkan lewat email dan atas izin penulisnya, saya share di sini. Selamat membaca! Dear Family, Friends and Colleagues, This week my brother, John Franklin Risakotta died. He was 42 years old. John,...

Akhir Pekan: Jumat-Sabtu atau Sabtu-Ahad?

Gambar
Sewaktu kecil dulu, dari sekolah TK, Diniyah, dan MI, sekolah kami, Darul Huda, mengambil Jumat sebagai hari libur. Bagi kami dulu, libur Jumat adalah bagian dari identitas kami: sebagai orang Islam dan sebagai orang yang tak mau tunduk kepada rejim Soeharto. Sebagai orang Islam, kami sama seperti lembaga pendidikan Islam lainnya di tempat kami, pesantren-pesantren juga libur hari Jumat. Mungkin juga tidak hanya sesama lembaga pendidikan Islam, dunia Islam (baca: Timur Tengah), juga libur hari Jumat. Sebab, Jumat adalah hari raya orang Islam. Kami tidak mau libur hari Ahad. "Kita tidak mau tunduk pada orang-orang Golkar!" Kata beberapa guru Darul Huda yang sering ngobrol di rumah saya. Bapak saya adalah salah satu pengurus dan guru di yayasan ini. Saya mungkin masih kecil, tetapi saya mendengar diskusi-diskusi mereka tentang upaya meng-Golkar-kan daerah kami, Udanawu, benteng terakhir Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Blitar. Libur hari Ahad adalah salah satu bentuk...

Keliling Bantul membawa IKS

Gambar
Menjalankan missi mulia :p Sepanjang pagi hingga siang ini, saya dan tiga rekan lain dari Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga keliling MAN-SMAN di kawasan Bantul. Rencananya 10 sekolah akan kami datangi, tetapi hanya 6 yang tercapai. Maklum, kami tidak bisa sebentar mampir. Di setiap sekolah, kami harus ngobrol hampir 30 menit dengan guru-guru BK yang kami kunjungi, menjelaskan dengan 'sabar' | sejak kapan saya bisa sabar? ;) | tentang Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Prodi IKS tidak hanya baru dibuka di UIN Sunan Kalijaga, tetapi Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial sendiri bukan prodi yang cukup populer, terkenal terbatas di kalangan Kementrian Sosial saja. Jadi, pertanyaan yang muncul masih berkisar soal-soal mendasar: apa itu IKS? prospek kerja setelah lulus dimana? Gelarnya apa? dan seterusnya. Perjalanan hari ini menunjukkan betapa kami masih harus bekerja keras untuk memperkenalkan diri agar Prodi IKS dan profesi Pekerja Sosial lebih dikenal di masyarakat.

Kitab Ihya' Ulumuddin

Gambar
Saya baru saja ingat kembali dengan Kitab Ihya' Ulumuddin . Saya tidak pernah belajar kitab ini secara formal, membaca utuh pun belum. Tetapi, saya sering mendengar kutipan-kutipan dari berbagai sumber (termasuk bapak saya) tentang isi kitab ini. Bapak sering mengutip Ihya kalau kami berdiskusi soal-soal filsafat pengetahuan, mantiq, dan teologi. Istri saya juga menulis skripsi tentang kitab ini sewaktu menyelesaikan S1 di Tarbiyah UIN. Jadi, rasanya, pengin juga ya membaca kembali beberapa bab dari kitab ini saat seperti sekarang -- persiapan mengajar Fiqih semester depan. Anda juga ingin membaca? Silakan cek link berikut! http://www.mediafire.com/?ex4x4h0dfeqax3u  (pdf) http://www.ghazali.org/ihya/ihya.htm  (html)

Konsinyering

Gambar
Sudah beberapa semester terakhir ini, komunitas UIN Sunan Kalijaga mulai akrab dengan istilah "konsinyering". Saya tidak tahu mulai kapan, yang jelas belum lama. Saya juga tidak tahu dari mana, yang jelas setiap akhir dan awal semester kami dikumpulkan oleh Fakultas maupun unit seperti Pusat Bahasa untuk keperluan 'konsinyering' ini. Saya sering tidak bisa menerima sebuah istilah sebelum saya tahu benar definisinya. Ini yang saya dapatkan dari Internet  (WikiAPBN): Konsinyering atau Consinering adalah pengumpulan/proses mengumpulkan pegawai di suatu tempat (hotel, penginapan, ruang rapat lainnya) untuk menggarap pekerjaan secara intensif yang sifatnya mendesak, harus segera selesai dan tidak dapat dikerjakan di kantor serta dilarang meninggalkan tempat kerja selama kegiatan berlangsung[1] Dalam percakapan sehari-hari, konsinyering sering disebut sebagai "konser" atau "konsi" saja.  Saya tidak tahu peraturan/ketentuan terkait dengan konsinyerin...

Kembali ke Blog

Gambar
Saya kira, memang, sejak Facebook dan Twitter menjadi populer, blog menjadi ruang yang tak terlalu diperlukan. Dulu, kita 'memamerkan' apa saja di blog: tulisan, foto perjalanan dan peristiwa penting lainnya, dan apa pun yang kita suka orang lain melihatnya. Kini, peran itu diganti Facebook. Lalu, untuk apalagi membuat dan merawat blog? careershift.com RINDU. Bagi blogger 'lama' seperti saya (okey, saya nge-blog sejak 2005, semoga itu pantas disebut lama), menulis di blog itu 'ngangeni'. Saya tidak tahu bagaimana melukiskannya, yang jelas, nulis di blog itu beda dengan di Note Facebook. Apa ya? Mungkin... 'sunyi'. Di Facebook itu 'ramainya minta ampun'. Kita bisa saja men-set private, limited, atau apa pun lah agar 'tidak ramai'. Tetapi tetap saja, environment Facebook itu 'ramai' dan 'shared'. Di blog, hanya ada kita. Bahkan walaupun semua posting di blog bisa dibaca seluruh mata di dunia melebihi setup facebook,...