Review Relive Plus: Lima Alasan untuk Subscription
Saya mengenal aplikasi Relive sejak 2018. Tetapi entah mengapa saya waktu itu hanya mencoba sekali dan tidak saya lanjutkan. Padahala, dari segi mobilitas waktu itu, sedang Umroh, harusnya saya terus menggunakan aplikasi ini. Ya 'harusnya', kalau dilihat dari performa Relive sekarang. Saya duga Relive versi 2018 mungkin tidak 'sebaik' sekarang. Sekarang baik? Ini alasannya mengapa saya mengatakan demikian. Saya aktif kembali menggunakan Relive kira-kira dua bulan terakhir bersamaan dengan rutinitas baru bersepeda. Saya juga sudah hampir satu bulan menggunakan versi premium trial (Relive Plus). Besok, tanggal 22 adalah saat memutuskan apakah worth it untuk bayar Rp. 369.000 per tahun! 1. Relive memberi 'tujuan!' Hal paling sulit dalam semua kegiatan adalah rutinitas. Rutin berolahraga adalah hal yang lebih sulit dari yang paling sulit. Selama pandemi, saya mengganti renang dan futsal awalnya dengan senam. Tentu saja saya tidak suka senam, tetapi apa yang bisa dil...