Launching Buku Membincang Islam dan Disabilitas
Buku Membincang Islam dan Disabilitas lahir dari kegelisahan terhadap cara fikih dan lembaga keagamaan selama ini memperlakukan disabilitas. Tradisi Islam memiliki perangkat yang kaya untuk memberi kemudahan melalui rukhṣah, taysīr, dan penghilangan kesulitan. Namun, kemudahan itu belum tentu menghasilkan keadilan. Difabel dapat dibebaskan dari kewajiban berjamaah sementara masjid tetap tidak aksesibel; jamaah Tuli dapat dimaklumi karena tidak memahami khotbah sementara bahasa isyarat tidak disediakan; tunanetra dapat terus bergantung kepada bantuan orang lain sementara informasi keagamaan tetap diproduksi hanya dalam format visual. Dari titik inilah gagasan beyond rukhṣah dikembangkan: bukan untuk meninggalkan kelenturan fikih, tetapi untuk menempatkannya dalam bangunan keadilan yang lebih luas. Buku ini bukan sekadar kumpulan pembahasan tentang difabel dalam Islam. Arif Maftuhin menulis ulang sejumlah tema yang telah lama ia teliti—fikih, bahasa, masjid, budaya Tuli, perempuan d...