Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Launching Buku Membincang Islam dan Disabilitas

Gambar
Buku Membincang Islam dan Disabilitas lahir dari kegelisahan terhadap cara fikih dan lembaga keagamaan selama ini memperlakukan disabilitas. Tradisi Islam memiliki perangkat yang kaya untuk memberi kemudahan melalui rukhṣah, taysīr, dan penghilangan kesulitan. Namun, kemudahan itu belum tentu menghasilkan keadilan. Difabel dapat dibebaskan dari kewajiban berjamaah sementara masjid tetap tidak aksesibel; jamaah Tuli dapat dimaklumi karena tidak memahami khotbah sementara bahasa isyarat tidak disediakan; tunanetra dapat terus bergantung kepada bantuan orang lain sementara informasi keagamaan tetap diproduksi hanya dalam format visual. Dari titik inilah gagasan beyond rukhṣah dikembangkan: bukan untuk meninggalkan kelenturan fikih, tetapi untuk menempatkannya dalam bangunan keadilan yang lebih luas.  Buku ini bukan sekadar kumpulan pembahasan tentang difabel dalam Islam. Arif Maftuhin menulis ulang sejumlah tema yang telah lama ia teliti—fikih, bahasa, masjid, budaya Tuli, perempuan d...

Membincang Islam dan Disabilitas

Gambar
MEMBINCANG ISLAM DAN DISABILITAS: Melampaui Rukhṣah, Menuju Keadilan Inklusif © Arif Maftuhin, 2026 Perancang Sampul: Arif Maftuhin Cetakan Pertama, September 2026 xiv + 268 hlm; 14 × 21 cm ISBN 978-634-7595-06-5 Pembelian : https://wa.me/6285643561514 (Imam) Dalam tradisi fikih, disabilitas sering dibicarakan melalui bahasa keringanan: orang yang tidak mampu berdiri boleh salat sambil duduk, orang yang mengalami hambatan tertentu memperoleh rukhṣah , dan kewajiban disesuaikan dengan kemampuan. Kerangka ini penting, tetapi belum cukup. Masalah muncul ketika hambatan justru berasal dari masjid yang tidak aksesibel, khotbah yang hanya mengandalkan suara, bahan ajar yang tidak dapat diakses, prosedur pengadilan yang tidak menyediakan akomodasi, atau lembaga keagamaan yang merumuskan kebijakan tanpa melibatkan difabel. Membincang Islam dan Disabilitas mengajak pembaca bergerak melampaui rukhṣah . Buku ini tidak menolak kelenturan fikih, tetapi memperluas pertanyaannya: dari “keringanan a...