Agama dan Puasa yang Warna Warni
Berbeda-beda adalah watak dalam beragama. Jangan pernah berfikir Islam yang ideal adalah Islam yang satu -- entah itu satu tafsir, satu, kelompok, satu puasa! "Perbedaan adalah rahmat" mewujud dalam segala aspek agama. Bukankah Allah kita satu, kiblat kita satu, dan Nabi kita satu? Ya, tetapi kita tidak pernah menghadap kiblat ke arah mata angin yang sama. Kita tidak juga menghadap Allah (shalat) dalam waktu yang sama. Dan apa yang menjadi wakil Nabi ke kita (koleksi Hadits) juga lebih dari satu. Jadi, dalam kesatuan A, B, C, dan D itu selalu ada A1, A2, A3, dan seterusnya. Islam yang satu dan bersatu hanya ada anjuran khutbah-khutbah idealis yang tidak memiliki dasar historis dan empiris. Karena itu, jangan mudah mengkafirkan dan membid'ahkan. Hanya karena beda penafsiran soal ketuhanan, tentang sifat dan zat Allah, kita bisa memiliki Allah yang mungkin berbeda: Allah kaum Jabari yang otoriter atau Allah kaum Qadari yang partisipatoris. Keduanya BOLEH memaknai...