Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Pornografi dalam Festival Film Difabel

Gambar
Senin (29/12/2014) kemarin, saya diminta Jamaah Cinema Mahasiswa (JCM) UIN Sunan Kalijaga untuk sumbang bicara dalam event pemutaran empat film yang menjadi nominator Festival Film Disabilitas #2. Kecuali satu judul saja, tiga film yang disajikan meneguhkan apa yang kini sering disebut sebagai " Inspiration Porn "! Seperti ditulis  Stella Young ,  inspiration porn  adalah  "an image of a person with a disability, often a kid, doing something completely ordinary - like playing, or talking, or running, or drawing a picture, or hitting a tennis ball - carrying a caption like "your excuse is invalid" or "before you quit, try".  Kalau Anda menjadikan  difabel sebagai alasan untuk  move on , untuk tidak pernah berhenti mencoba, untuk tegar, maka pada saat itulah Anda menjadikan difabel sebagai objek pornografi yang Anda nikmati, tidak dalam pengertian seksual tetapi emosional. Tahun ini, berbeda dengan tahun lalu, panitia membuka dua kategori film: doku...

Film Difabel untuk Siapa?

Gambar
Dalam tulisan terdahulu, saya mendeskripsikan dominasi "pornospirasi" ( porn inspriation ) dalam film-film peserta Festival Film Disabilitas. Porn-inspiration adalah film yang menjadikan difabel sebagai sumber inspirasi bagi penonton untuk lebih bersyukur dan bersemangat dalam hidupnya. Maka, mungkin ada pertanyaan begini, "apa salahnya mengambil inspirasi dari difabel?" Saya tegaskan, tidak ada yang "sepenuhnya salah". Apalagi, panita sendiri secara tidak tertulis, dari yang saya dengar dalam diskusi Senin lalu, memang mencari film-film yang menginpirasi. Meskipun tidak salah, tetapi dua hal berikut perlu diperhatikan. Pertama,  coba simaklah penuturan Stella Young dalam video ini . The disabled people (tidak saya terjemahkan karena Young memberi makna khusus terhadap istilah ini) bukan orang istimewa, dan karena itu apa yang mereka capai juga tidak lebih istimewa dan tidak perlu menginspirasi Anda! Ia tegaskan bahwa "cacat" itu ...  n...

Khutbah Tahun Baru 2015

Gambar
Foto yang beredar di medsos, sumber asli tidak diketahui. Tetapi pesan isinya ada di media resmi. Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah. Ada tiga golongan umat Islam Indonesia dalam menyambut tahun baru 2015 kemarin. Pertama, mereka yang merayakan tahun baru 'seraya-rayanya'. Mereka ini menganggap tahun baru adalah momen penting sehingga kedatangannya dirayakan dengan penuh suka cita, dengan berkumpul di tempat keramaian untuk menyaksikan berbagai jenis hiburan, dengan makan-makan, dengan meniup terompet sekencang-kencangnya, hingga mereka yang berpesta dengan hal-hal yang jelas-jelas dilarang oleh agama: menenggak minuman keras atau menikmati malam dengan pasangan haram. Kelompok pertama ini yang paling tampak 'syiarnya'. Mereka ada di semua saluran TV, mereka ada di jalan-jalan di sekitar kita. Mereka ada di pusat-pusat kota. Di Yogyakarta, saya dengarkan dari rumah, kembang api bersahutan lebih dari lima belas menit tanpa henti mnjelang dan sesudah detik...