Hujan Deras, Salat Jamak Saja?
Dulu, jaman kuliah di Solo, saya tinggal setahun di sebuah masjid Salafi, ikut menjadi marbot. Salah satu pengalaman unik saya adalah menjamak salat Maghrib dan Isya' akibat hujan deras. Sebagai orang NU, seumur hidup saya belum pernah melakukannya. Itu adalah salat jama' pertama dan terakhir saya yang disebabkan oleh hujan. Kemarin, sewaktu salat Maghrib di langgar sebelah rumah, tiba-tiba saja hujan datang, deras mengguyur. Posisi kami waktu itu adalah baru saja duduk tahiyyat akhir . Sebagai imam, segera terpikir dua hal di benak saya: mempercepat salam agar jamaah bisa segera pulang sebelum hujan lebih deras mengguyur, atau... seperti di Solo itu, salatnya dijamak saja dengan Isya'. Saya memilih yang pertama. Sejak di Solo itu saya berpandangan bahwa menjamak salat karena hujan adalah salah satu bentuk praktik keagamaan yang sudah tidak relevan. Dulu, terutama pada zaman awal-awal Islam, masjid tidak beratap. Normal saja kalau musim hujan dijamak demi mengantisdipasi hu...