Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Muadzin Yang Pergi

Gambar
Entah mengapa. Kematian terasa dekat dengan para jamaah kami. Belum hilang duka kami karena kepergian Pak Sofyan, tadi siang kami harus kembali melepas salah satu jamaah terbaik di langgar kami: Pak Rahmadi, Sang Muadzin. Suaranya melengking tinggi. Terus terang saja suaranya tidak merdu. Hingga, pernah ada warga yang mengadu agar kami menegur dan menyuruhnya belajar adzan yang benar dan agar suaranya enak didengar. Tentu saja kami tolak. Suara merdu mungkin penting, tetapi di kampung yang tak perlu merayu orang agar masuk Islam, dan dihuni orang-orang Islam yang tidak semua rajin ke langgar, ada yang sudah rajin dan mau bangun paling pagi untuk adzan saja sudah perlu kami syukuri. Pak Rahmadi memang tak pernah terlambat bangun dan shalat subuh karena sebagai sopir yang beroperasi di jalur Kaliurang, ia harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mencapai titik start daerah operasinya. Dari tempat kami tinggal di Bantul, jaraknya mungkin 25 KM sendiri. Kesiangan akan berarti...