Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2023

Islam Ramah Perempuan, Tetapi Agama Kita Laki-laki

Gambar
Teks Khutbah Masjid Mardliyyah Islamic Center اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَكْمَلَ لَنَا الدِّيْنَ وَأَتَمَّ عَلَيْنَا النِّعْمَةَ، وَبَعَثَ فِيْنَا رَسُوْلًا مِّنَّا يَتْلُوْ عَلَيْنَا آيَاتِهِ وَيُزَكِّيْنَا وَيُعَلِّمُنَا الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ، أَحْمَدُهُ عَلَى نِعَمِهِ الْجَمَّةَ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْــــكَ لَهُ شَهَادَةً تَكُوْنُ لـِمَنِ اعْتَصَمَ بِـهَا خَيْرَ عِصْمَةٍ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَرْسَلَهُ لِلْعَالـَمِيْنَ رَحْمَةً، وَفَرَضَ عَلَيْهِ بَيَانَ مَا أَنْزَلَ إِلَيْنَا فَأَوْضَحَ لَنَا كُلَّ الْأُمُوْرِ الـْمُهِمَّةِ، فَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِي الْفَضْلِ وَالْهِمَّةِ  أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، اَلْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْ...

Zakat Fitrah Hanya untuk Fakir Miskin!

Gambar
Zakāẗ al-fiṭrī atau yang lebih kita kenal sebagai "zakat fitrah" adalah zakat yang dibayarkan setelah orang menunaikan puasa, dari kata  al-fuṭru min Ramaḍāna Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap Muslim tua-muda, laki-perempuan, kaya-miskin, merdeka-budak,  yang pada periode wajib bayar zakat fitrah memiliki lebih dari cukup apa yang dapat dimakan hari itu (satu ṣāʿ ) untuk dirinya dan atau keluarganya. Jadi, zakat fitrah bukan zakat yang diwajibkan karena orang memiliki kelebihan harta, ia adalah zakat khusus atas badan setiap orang. Orang hanya terbebas dari kewajiban ini dengan kondisi yang sangat minimal, kalau ia tidak memiliki makanan untuk sehari semalam.  Kekhususan zakat fitrah ini sesungguhnya terkait dengan pembayarannya yang juga khusus. Kewajiban membayar zakat fitrah hanya satu hari saja, dari Maghrib terakhir bulan Ramadan sampai dengan pagi tanggal satu Syawal, sebelum khatib Salat Id naik ke mimbar.  Tujuannya? Selain untuk mensucikan diri orang yang ...

Panggil Saya "Pek"!

Gambar
Saya punya teman sekelas waktu SMA. Selesai menyelesaikan studi doktoralnya, ia pulang kampung karena keluarganya punya pondok. Pondoknya lumayan besar, punya lembaga pendidikan dari dasar sampai perguruan tinggi. Maka, kalau dulu sewaktu SMA ia baru seorang "gus" sekarang ia sudah jadi "kiai." Lebih daripada itu, ia juga sudah menjadi rektor. Jabatan bergengsi yang sering jadi rebutan akademisi cum  politisi. Tentu, kalau di kampungnya, semua orang membungkuk hormat kepadanya.  Kurang apa coba? Gus, kiai, doktor, rektor! Kalau saja boleh, para santri tentu tidak hanya mencium tetapi juga ngemut tangannya. Tetapi, teman SMA itu, ketika bersama kami ya tetap saja "teman" sejatinya. Gus, kiai, doktor, rektor hilang semua. Menjadi apa ia sekarang, menjabat apa ia sekarang, sekolah setinggi apa ia sekarang, tidak penting bagi kami.  Sebagai teman, kami merasa nyaman dan ia merasa senang kalau ia dipanggil seperti dulu kami saling panggil: Pek!    Saya nggak ta...

Menerjemah Fikih Sosial

Gambar
Judul Buku: Menerjemah Fikih Sosial Penerbit: Magnum Pustaka Utama  Tahun: Maret, 2023 Dimensi: xii + 257 halaman; 14 cm x 20 cm  ISBN: 978-623-6911-76-1 Full akses: Tersedia Gratis di sini (Google Book) Deskripsi Buku ini diberi judul dan terilhami oleh dua ulama berpengaruh dalam Fikih Sosial. Prof. Kiai Ali Yafie menerbitkan buku berjudul Menggagas Fikih Sosial (1994), sedangkan Kiai Sahal Mahfudh menerbitkan buku Nuanasa Fiqih Sosial (1994). Sebagai pendatang kemudian dan penderek , penulis mengakui bahwa dirinya tak sebanding dengan para penggagas Fikih Sosial tersebut. Karena itu, ia lebih memilih "menerjemahkan" saja gagasan-gagasan besar dua pakar Fikih Sosial tersebut. Tetapi, terinspirasi dari dua tulisan kiai tersebut, buku ini juga diterbitkan sebagai kumpulan artikel yang pernah terbit di berbagai media massa populer maupun ilmiah. Agak berbeda dengan dua buku tersebut, tulisan yang dipilih dalam buku ini semuanya sudah terpublikasi, dari 2006 sampai 2022. N...

Sejarah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Gambar
Tradisi perkamusan di Barat umumnya dimulai dengan kamus baku dan kamus ekabahasa (monolingual). Dari kamus sumber itu kemudian diterbitkan kamus-kamus yang lebih terbatas, seperti Shorter Oxford Dictionary, Van Dale Handwoordenboek (dari Van Dale Grootwoordenboek der Nederlandse Taal), dan Petit Larousse (berdasarkan Grand Larousse). Setelah itu, baru dilakukan penyusunan kamus-kamus dwibahasa (bilingual). Sementara itu, sejarah leksikografi di Indonesia dimulai dari daftar kata atau glosarium ke kamus-kamus dwibahasa kemudian ke kamus-kamus ekabahasa.  Menurut catatan, karya leksikografi tertua dalam sejarah studi bahasa di Indonesia adalah daftar kata Cina-Melayu pada awal abad ke-15 yang berisi lima ratus lema. Selain itu, daftar kata Italia-Melayu disusun Pigafetta pada 1522. Kamus tertua dalam sejarah bahasa Indonesia adalah karya Frederick de Houtman, yaitu Spraeck ende woordboek, Inde Malaysche ende Madagaskarsche Talen met vele Arabische ende Turcsche Woorden yang diterbit...