Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Salawat Sebagai "Powerpoint"

Gambar
Jujur, saya ini bukan orang yang cukup mudah dan percaya diri untuk mengisi pengajian umum. Orang seperti saya bisa berbicara ber-jam-jam di forum akademik untuk berbicara tentang integritas akademik, riset, sampai dengan topik-topik yang saya geluti seperti Fikih Sosial dan disabilitas. Tetapi begitu harus memenuhi undangan pengajian umum, apa pun levelnya, saya selalu lebih cemas daripada bertemu para profesor dari luar negeri sekali pun. Problemnya? Mungkin karena saya biasa bicara terstruktur, argumen terstruktur, bicara seefisien mungkin seperti ketika menulis artikel. Di pengajian umum, kita harus bicara satu jam atau lebih dengan tema yang tak selalu bisa difokuskan karena kita berhadapan dengan audien yang tak terduga keragamannya dan dengan materi yang sesederhana mungkin. Saya lihat, banyak orang mengisi pengajian itu bicara ke sana kemari, tidak fokus. Bicara bisa dua jam tetapi ya topiknya sambung menyambung, mengalir saja begitu.   Nah, saya sedang mencoba teknik ...

Membaca Disabilitas dengan Paradigma Fikih Sosial

Gambar
Arif Maftuhin, “Usul Fiqh Interdisipliner: Membaca Disabilitas dengan Paradigma Fikih Sosial” (310–324), dalam Ushul Fikih Kontemporer: Epistemologi, Metodologi, dan Transformasi Hukum Islam di Era Modern,  Editor: Muhamad Ulul Albab Musaffa, Lembaga Kajian Dialektika, Tangerang Selatan, 2026, Cetakan: Pertama, Mei 2026, ISBN: 978-634-7342-51-5 --------------- Tulisan ini berangkat dari kegelisahan yang sudah cukup lama saya bawa dalam menulis tentang fikih dan disabilitas: mengapa penyandang disabilitas hampir selalu hadir dalam fikih sebagai orang yang membutuhkan rukhá¹£ah atau dispensasi? Menurut saya, masalahnya tidak semata-mata terletak pada produk fikih, tetapi lebih dalam, pada perangkat epistemologis Usul Fikih yang kita gunakan untuk memproduksi hukum. Usul Fikih klasik bekerja dengan gambaran mukallaf yang cenderung abstrak dan ideal, kuat dalam membaca teks tetapi tidak selalu memiliki perangkat yang cukup untuk menangkap pengalaman manusia, relasi kuasa, hambatan strukt...

Jalan Kanan dan POV Sopir Bus

Gambar
Capek di kursi penumpang, saya pindah ke kursi di samping supir bus wisata yang kami sewa. Duduk saja di samping pak supir itu, saya langsung mendapatkan perspektif yang berbeda. Awalnya, ini hanya soal teknis luasnya sudut pandang jalan dari posisi itu. "Wah, ternyata enak ya Pak sudut pandang supir bus itu. Luas, tidak seperti saya kalau nyetir Ertiga." Sapa saya membuka percakapan. Maklum, selama perjalanan, sama kenek pun dia tidak ngobrol. Jadi, saya harus pastikan beliau tipe supir yang berani melanggar aturan (dilarang bicara dengan supir). Pancingan saya kena. Saya kaget bahwa beliau sudah berumur 64 tahun! Wuih. "Nggak percoyo kulo, Pak. Njenengan sih ketok 35 tahun ngoten." Ia tersenyum lebar dan bahagia karena saya juga tulus mengatakannya. Ia lalu memulai segala cerita hidupnya. Mulai nyetir usia 16 tahun. Menikmati pekerjaannya sepenuh hati. Nggak pernah nolak kalau diminta juragannya nyupir. "Misale, niki mangke dugi Jogja njenengan ken bidhal mal...

Redesain Web via ChatGPT

Gambar
Libur panjang akhir pekan lalu saya gunakan untuk mengerjakan satu hal yang sepertinya tak akan saya kerjakan lagi: mendesain ulang website maftuh.in! Ya, saya kira lho ya, saya nggak akan punya waktu lagi untuk mengerjakan hal beginian. Dulu, saya selalu meluangkan waktu memang untuk mendesain ulang blog saya. Sejak 2005, tahun kenalan saya dengan dunia blog, saya termasuk antusias untuk belajar kode-kode HTML. Hobi saja, nggak bisa dijelaskan. Saya bisa berhari-hari mengerjakan ini itu, mencari kode ini itu untuk berbagai fungsi dari yang sederhana soal tipografi sampai dengan layout. Kurang kerjaan sekali. Tetapi sama dengan Anda yang hobi mancing buang waktu di pinggir kolam atau kali, saya juga begitu: buang waktu di depan komputer untuk memecahkan berbagai kode. Saya sudah lama tidak mengerjakan itu lagi. Terakhir saya kerjakan website (blog) saya itu entah kapan. Itu pun saya hanya comot template gratis dengan modifikasi sangat minimal. Nggak punya waktu. Sampai beberapa waktu l...

Kebaikan yang Dilupakan

Gambar
Kemarin, kami makan siang bersama di Sate Cempe Lemu, Tegal. Kami dalam perjalanan ke Jakarta untuk sebuah acara yang tidak perlu saya ceritakan. 😊 Kami makan sate sambil ngobrol apa saja. Saya teringat sebuah peristiwa lama di Kalimantan. Saya bilang, “Saya dulu pernah lho makan sate Tegal, tetapi di Banjarmasin.” “Kok jauh amat?” kata seorang teman. Saya jawab, seolah orang yang saya maksud tidak di meja makan kami, “Ya, saya ditraktir Kakanwil Kemenag DIY. Ketemu di bandara, terus dibarengi ke hotel, dan mampir makan siang di tengah perjalanan.” Orang yang saya sebut jabatannya itu, dan sekarang jadi Kabiro di UIN, langsung nyaut ketus guyon, “Wah, saya sudah lupa peristiwa itu. Saya selalu melupakan kebaikan-kebaikan yang saya lakukan.” Kurang ajar. 😊 Tetapi, bukankah memang seharusnya begitu? Guyon itu kedengarannya saja yang seperti sombong. Ajaran agamanya ya begitu. Berbuat baiklah seolah tangan kirimu tidak melihat yang dilakukan tangan kananmu. Ya kan? Pagi ini, saat sarapa...

Kampus Inklusif itu Tentang Kita Juga

Gambar
Minggu lalu saya mendapatkan kehormatan menjadi penguji eksternal atas undangan Pak Dir Muhyar Fanani. Sebagai alumni IAIN Walisongo Cabang Sriwedari, saya sebenarnya tidak merasa eksternal amat. Pulang ke almamater juga 😊 Saat tiba di kampus Jerakah, saya segera menuju ruang sidang terbuka di lantai tiga. Bunga bunga ucapan selamat tampak di beberapa sudut. Di lantai satu, di dekat tangga, saya sapa seorang ibu sepuh untuk mendahuluinya naik. Undangan lain saya lihat sudah memenuhi ruangan ujian. *** Singkat cerita, ujian yang dipimpin langsung Pak Rektor Musahadi Ham berlangsung lancar hingga akhir. Sebelum menutup sidang, beliau sempatkan menyapa para tamu undangan istimewa. Ada satu nama yang di daftar tetapi tidak ada di ruangan: ibu mas promovendus. "Beliau di bawah, tidak sanggup naik ke lantai tiga," katanya. Momen penting lulus doktor adalah momen langka. Mahasiswa saya yang baru lulus munaqosah saja sekarang sudah merayakan sedemikian rupa. Bunga bunga ucapan selam...