Stranger Than Fiction
Tak ada niat saya untuk menonton film ini malam ini. Saya sekedar mencobanya saja. Ah, saya harus menyelesaikan salah satu paper kuliah saya. Tak boleh buang-buang waktu hanya untuk menonton film. Tetapi, film yang satu ini berhasil menjerat saya sejak dari awal. Saya belum pernah membaca review atau mencoba melihat potongan previewnya, jadi I have no idea about the movie. What I know is that this is a commedy. Saya terjerat ketika si tokoh utama film ini, Harold Crick (Will Ferrel) dinarasikan seperti lazimnya film-film lain. Si narator, seorang perempuan beraksen British, mendeskripsikan siapa Harold dan apa saja yang dilakukannya, secara detail, sampai pada adegan Harold mendengar suara si narator. Ia berhenti sejenak untuk memastikan bahwa ia mendengar suara itu. Namun, begitu ia berhenti dari aktifitas rutinnya, aktifitas yang ia jalani secara monotn selama lebih dari sepuluh tahun, si narator pun berhenti. Ia sampai berteriak marah menantang si naratoe untuk menunjukkan dirinya....