Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas

Gambar
Buku ini diterbitkan oleh PBNU dan merupakan buku pertama yang secara lengkap membahas masalah-masalah Fiqih terkait difabel. Silakan download. 

Al-Qur'an bagi Difabel: Teks, Tafsir, dan Akses

Gambar
Materi Webinar Prodi Ilmu Qur'an Tafsir, IAIN Syeh Nurjati Cirebon

Nur Khalik dan Kerja Dokumentasi NU

Gambar
NU selalu beruntung punya pribadi-pribadi yang "arsiparis", yang mendokumentasikan dengan baik apa yang penting bagi sejarah dan hidupnya sebagai organisasi. Tanpa mereka NU benar benar hanya jadi tradisi. Saya pilih kata 'pribadi' karena mereka bekerja bukan karena menjadi seksi dokumentasi, sekretaris, dan jabatan struktural lainnya. Mereka melakukannya seperti hobi. Dulu, kita punya Almarhum Kiai Abdul Aziz Masyhuri, Denanyar. Selain terkenal produktif menulis dan merangkum berbagai kitab, Kiai Aziz Masyhuri adalah perawat dokumen NU. Salah satu warisan terpenting beliau adalah buku Masalah Keagamaan yang mengumpukan keputusan-keputusan Muktamar dan Munas NU dari zaman Belanda hingga 2000 (muktamar 1-30). Saat beliau wafat (2017), NU seperti kehilangan sosok yang pernah disebut pak Martin van Bruinessen sebagai "Ensiklopedi Hidup". Tadi saya bertemu Nur Khalik Ridwan untuk mendapatkan buku "setengah barunya" (cetak ulang, revisi, dan ditambah sa...

Diundang oleh [Bukan] Teman Tapi Mesra

Gambar
Seperti sudah pernah saya tulis, menerbitkan buku di Penerbit Gading itu adalah kehormatan. Kepercayaan penerbit juga bukti bahwa isu difabel adalah isu yang tidak hanya kami yang menganggap penting. Dalam obrolan bukiu ini, sekali lagi, saya menegaskan apa yang selalu berulang kami katakan: memenuhi hak difabel sama dengan memenuhi hak kita sendiri.  Kalau Anda bandingkan Episode #6 TTM ini dengan episode sebelumnya, ada yang beda karena TTM hadir dengan inzet juru bahasa isyarat. Sehabis rekaman, saya minta izin Mas Salim agar mau memasukkan fitur ini di TTM agar obrolan kami aksesibel bagi Tuli. Tentu saja, Mas Salim setuju dan saya meminta juru bahasa isyarat dari PLD, Ragil Ristiyanti, untuk menerjemahkan kami.  Jika Anda butuh penerjemah bahasa isyarat untuk seminar, Anda bisa kontak Ragil dan tim RBI (Rumah Bahasa Isyarat). Bilang saja temannya Pak Arif, insyallah tarif teman, koyo karo sopo ae lah 😅!   Buku Islam dan Disabilitas yang kami obrolkan bisa...

Roda Takdir

Gambar
Setelah diculik, disiksa, dan dihinakan, si aktifis yang terduduk dirantai ke tembok itu bertemu dengan salah satu petinggi tentara Uruguay. Dengan congkak si tentara berkata, "Kau sudah kalah perang. Kau hancur, Pepe!"  hina si petinggi militer kepada José 'Pepe' Mujica. Pepe adalah satu dari 9 aktifis kiri anggota Topamaru yang diambil dari penjara dan dikucilkan di tahanan khusus yang kotor, gelap, dan keji sesudah terjadinya kudeta militer pada 1973. "Kau akan mengubah dunia? Hahaha. Lihatlah dirimu. Mengapa kau tidak bunuh diri saja?" tanya si tentara sambil nyengir . Kekuasaan memang lebih sering sinis terhadap idealisme. Pepe hanya diam, tidak menjawab. Atau, ia memang tidak mungkin menjawab di bawah ancaman bedil dan penyiksaan. Atau, memang ia tak perlu menjawab waktu itu karena sejarahlah yang kelak menjawab.  12 tahun ia jalani siksaaan dan penindasan itu, dan rejim militer Urugay pun jatuh. 20 tahun kemudian, plot twisted, Jose 'Pepe' Muj...

Inovasi dari Sang Kiai

Gambar
Liputan Kompas hari ini tentang usaha kecil yang butuh lebih dari sekedar modal koq nyambung sekali dengan obrolan saya dan Mas Kiai Imam Aziz kemarin sore. Kalau silaturahim ke rumahnya, pasti Anda pangling. Rumah kayu di depan dan memberi kesan gelap itu sudah berubah. Sekarang jadi rumah kaca dengan strip aluminium putih. Lebih cantik, kekinian. Nah, yang lebih penting lagi bukan rumahnya, tetapi ide besar di balik perubahan rumah itu. "Desain baru ini mau digunakan untuk apa Mas?" Pertanyaan saya pertama setelah duduk di terasnya.  " Aku arep dodolan online , " katanya. Kami memang ngobrol njowo, koyo karo sopo ae. Tidak percaya itu jawaban serius, saya tanya lagi full kepo, "Serius Mas?" Pertanyaan yang ternyata ia jawab 'beneran' dan berbuntut obrolan panjang soal apa yang mas kiai kita itu impikan. Ringkas kata, Mas Imam Aziz yang kiai, pegiat HAM dan staf khusus wapres itu sedang menyiapkan salah satu dari beberapa kantor untuk sebuah marke...

Pekerjaan dan Jabatan

Gambar
Apa pekerjaanmu? Karena tidak berpartisipasi dalam sensus online, saya dikirimi berkas SP 2020 untuk diisi. Rasanya seperti ujian, njawab pertanyaan pekerjaan saja langsung bingung. Saya tidak paham bagaimana klasifikasi dan koding pekerjaan ini dibuat. Ada pekerjaan yang super spesifik, ada pekerjaan yang super umum. Jika data dikumpulkan, entah bagaimana membacanya. Misalnya ada koding 074 dan 075 untuk "Pembuat makanan" dan "Pembuat minuman". Saya tahu lah, Chef itu spesialis pembuat makanan dan barista adalah spesialis pembuat kopi. Tetapi sebagai "data nasional", apakah ini benar-benar sangat serius penting untuk dibedakan? Bahwa jumlah pembuat makanan kita lebih banyak dari pembuat minuman? Atau ada prubahan data dari tahun ke tahun bahwa jumlah pembuat minuman semakin langka? Entahlah. Demikian juga dengan berbagai jenis "tukang" yang super detail dan dianggap penting sehingga dikoding khusus, tetapi tidak menyebut 'tukang' lain y...

Asal Bukan

Gambar
Saya memaklumi 100% mereka yang harus kerja di luar rumah karena keadaan. Bagi mereka, pilihannya hanya ada dua: kerja keluar berisiko tertular atau di rumah tidak makan dan mati. Dalam Fikih, hukum kerja di luar bagi mereka sudah berkategori daruri , seperti memakan bangkai. Kalau tidak makan, mati. Tetapi bagi mereka yang punya pilihan dan masih memilih kerja di luar, kumpul-kumpul yang bisa digantikan, berada di ruangan bersama orang yang tidak diketahui membawa virus atau tidak, apa yang mereka pikirkan? Saya duga sumbernya adalah sikap 'asal bukan'. Sikap 'asal bukan' ini kita tiru atau (sebaliknya) diwakili oleh, pemerintah kita sendiri. Dulu, di awal Covid-19, pemerintah kita menyepelekan bahaya Covid-19. Seolah-olah, Covid-19 hanya akan berhenti di Cina. Kaidahnya, "asal bukan negara tetangga kita". Santai saja. Begitulah, ketika hampir semua negara ASEAN sudah tertulari, kita malah kampanye membuka pintu wisata. Kan asal bukan kita? Lalu, tibalah vir...

Kisah Buku Islam dan Disbilitas

Gambar
Buku Islam dan Disabilitas itu seperti mengiringi perjalanan karir saya dalam studi disabilitas. Bab " Fikih Disabilitas: Dari Dispensasi ke Advokasi " saya tulis tahun 2011, ketika saya baru bergabung di PSLD. Belum banyak orang bicara Islam dan disabilitas waktu itu. Karenanya kami di PSLD mengadakan seminar dengan topik ini, mengundang beberapa orang yang kami anggap bisa mewakili berbagai disiplin pokok: Alquran, Hadits, Fikih, dan Sejarah Islam.  Saya kebagian Fikihnya. Bukan karena ahli, tetapi karena belum ada orang yang melirik isu ini. Tiga topik lain dipresentasikan oleh Pak Kiai Waryono (Sekarang Direktur Pontren), Pak Prof. Kiai. Nizar Ali (sekarang Dirjen Haji), dan Dr. Kiai Nurul Hak. Dari seminar itu, lahir tiga tulisan dari saya, Pak Waryono, dan Pak Nurul Hak. Dua tulisan kami cantumkan di buku ini, sedangkan tulisan Pak Nurul Hak terbit di tempat lain.  Tulisan kedua tentang Aksesibilitas Empat Masjid  adalah hasil riset tentang masjid-masjid di Yogyakar...

Covid-19 dan Pembelajaran Ramah Difabel di Perguruan Tinggi

Gambar
Judul Artikel: COVID-19 dan Pembelajaran Ramah Difabel di Perguruan Tinggi Publikasi: CSIS Commentaries, DMRU-091-ID 1 September 2020 Book version: Indonesia dan COVID-19: Pandangan Multi Aspek dan Sektoral edited by Fajar B. Hirawan CSIS, 2020 ISBN :  9791295360, 9789791295369 Google Book Hlm. 266

Islam dan Disabilitas: dari Teks ke Konteks

Gambar
Judul Buku :  Islam dan Disabilitas: Dari Teks ke Konteks ISBN : 978-623-7177-42-5 Tebal:  238 hlm Penerbit :  Gading Publishing, Yogyakarta: Agustus 2020 Editor :  Arif Maftuhin  Penulis :  Arif Maftuhin, Waryono Abdul Ghofur, Ahmad Muttaqin, Sri Handayana, Cut Rezha Nanda Keumala, Mustarjudin, Anwari Nuril Huda, Achmad Siddicq