Istrinya sakit, kehilangan uang, dan ia masih menyumbang masjid!
Turun dari mimbar khutbah di Masjid Mardiyah, UGM, saya dan sang imam Jumat diminta mampir ke "ruang kontrol." Ya, begitu mereka menyebut ruang transit yang sekaligus menjadi ruang kendali audio masjid dan CCTV-nya. Kami berkenalan. Sang imam ternyata mahasiswa UIN, santri Krapyak. Saat di ruang itu, salah satu takmir meminta izin untuk membuat pengumuman lewat pengeras suara. "Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hadirin jamaah Jumat, mohon perhatian, telah ditemukan sejumlah uang dalam amplop putih. Bagi yang merasa kehilangan, silakan menghubungi takmir masjid..." Kurang lebih demikian isi pengumumannya. Uang itu ditemukan oleh seorang jamaah yang baik hati tadi malam, sekitar waktu Isya. Jadi, kemungkinan si pemiliki mendengar pengumuman dan lapor ke takmir sebenarnya tidak cukup besar. Tetapi, tak lama kemudian, pintu diketuk. Seorang lelaki kurus, berkulit gelap, dengan gurat-gurat wajah 60 tahunan diantar salah satu pegawai kemanan masjid. Saya segera pindah kursi ...