Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Rumah Tuhan Rumah Difabel

Gambar
Kata anakku, judulnya bagus kalau "Rumah Tuhan Rumah Difabel". Hehehe. Setujulah aku. Tetapi ini sudah terlanjur naik cetak dan dimuat di Majalah Gatra minggu ini. Monggo dinikmati bagi yang ingin menggali gagasan Masjid ramah Difabel.  RUMAH TUHAN RAMAH DIFABEL Kolom Opini Majalah Gatra, Edisi 22 Juni 2016 Bulan Ramadhan dapat disebut sebagai ‘bulan masjid’ karena meningkatnya intensitas kegiatan yang berpusat di masjid. Orang yang semula hanya berkunjung ke masjid seminggu sekali untuk salat Jumat, dapat berkunjung tujuh kali seminggu untuk salat taraweh. Belum lagi bila ia rajin ikut buka bersama, datang di gelap pagi untuk mendengarkan kuliah subuh, atau terlibat kegiatan-kegiatan kerohanian yang lain. Anak-anak dan remaja biasanya juga lebih dekat dengan tempat yang disebut ‘rumah Tuhan’ itu untuk berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan. Tetapi, apakah kemeriahan itu tersedia bagi semua orang? Apakah rumah Tuhan sudah ramah bagi semuah jamaah? Jika Anda be...

Kisah 'Indah' Jurnal al-Jam'iah

Gambar
Jurnal ilmiah bagi perguruan tinggi adalah bunga-bunga di tamannya. Kalau mau melihat posisi akademik sebuah perguruan tinggi, lihatlah jurnalnya. Kemarin saya berkesempatan menemani dua senior saya al-Makin dan Saptoni, untuk menerima dua rombongan tamu berbeda tetapi dengan tujuan yang sama: berguru ke al-Jami'ah. Para tamu itu datang dari pusat-pusat penelitian di dua kementerian: pertama, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup; kedua dari Kementerian Sosial. Kita garis bawahi: bukan dari Kementerian Agama. Wajar saja mereka datang ke al-Jami'ah. Ini satu dari sedikit jurnal terkareditasi A dan jurnal sosial humaniora pertama di Indonesia yang terindeks Scopus. Sudahlah, pokoknya al-Jamiah itu keren, kelas wahid. Berbeda dengan rangking-rangking 'aneh' yang tidak terkait kualitas perguruan tinggi seperti Webometrik atau bersertifikat 'pasar' seperti ISO, al-Jami'ah mewakili kualitas akademik. Saya tidak mengatakan ISO dan Webo itu tidak pentin...

Ini alasannya Anda wajib nonton Hilal tanggal 5 Juni

Gambar
Mulai puasa Senin atau Selasa? Berbeda dengan tahun lalu ketika Muhammadiyah dan Pemerintah "sepakat" (baca: kebetulan) memulai puasa pada hari yang sama, ada kemungkinan tahun ini berbeda. Menurut hitungan Accurate Time, tinggi Hilal besok sore adalah + 04°:29':43" Maklumat Muhammadiyah menetapkan +04° :01′ 58″. Menurut kriteria Odeh, Yallop, dan SAAO, Hilal TIDAK MUNGKIN TERLIHAT meski dengan alat bantu optik. Hanya saja, angka ini sudah di atas kriteria minimal imkan ru'yah Kemenag yang hanya 02°. Artinya, jika ada yang berhasil melihat Hilal besok sore, maka kesaksiannya akan diterima dan kita mulai puasa hari Senin. Ketinggian Hilal di bawah 07° (kriteria Danjon) selalu menarik untuk dicermati. Sebab, menurut Danjon, Hilal di bawah 07° itu mustahil terlihat. Sementara Odeh dkk, berdasarkan ratusan data pengamatan Hilal, menetapkan batas Danjon (Danjon limit) 6.4°. Ini pun dengan bantuan alat optik, tidak dengan mata telanjang. Jadi, kalau besok ada o...