Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Review Avatar 2: The Way of Water

Gambar
Semalam kami nonton bareng. Dengar hebohnya film ini, di puncak box office di minggu pertama rilis, ekspektasi saya jadi tinggi. Meski nggak nonton versi 3D, setidaknya sudah pilih yang pakai Dolby. Kesimpulannya? Film yang durasinya mengalahkan film film Bollywood ini mengecewakan. Kalau film India menjadi panjang karena joget-jogetnya, ini film panjang karena mau pamer CGI-nya. Setelah fast-forward setahun kedatangan alien penjajah dari bumi, jalan cerita menjadi sangat lambat. Perasaan hampir satu jam digunakan untuk menggambarkan negeri air tempat Jake Sully mengungsi. Di bagian inilah pamer CGI dilakukan habis habisan. Avatar 2 mencoba pamer dunia laut Pandora dengan harapan bikin kita wow gitu. Negeri kepulauan yang konon terinspirasi dari Indonesia ini memang mudah sekali mengingatkan kita ke Papua, ke kecantikan alam dan manusianya... Cuma, ya gitu deh. Kalau Avatar 2009 berhasil memukau kita karena kecanggihan CGI yang melampaui zamannya, Avatar 2022 sudah mentok, anti klimaks...

The Fikih Difabel of Muhammadiyah: context, content, and aspiration to an inclusive Islam

Gambar
Judul:  The Fikih Difabel of Muhammadiyah: context, content, and aspiration to an inclusive Islam Journal of Indonesia Islam and Muslim Society, Vol. 12, No. 2, 2022   DOI: doi.org/10.18326/ijims.v12i2.341-367  Since ratifying the CRPD (Convention on the Rights of Persons with disabilities), Indonesia has witnessed developments in promoting the rights of people with disabilities. Public policies and civil organizations make their respective contributions. Muhammadiyah responded favorably by issuing a comprehensive fatwa on Islam and disability in 2020, compiled in Fikih Difabel. This paper uses an interdisciplinary approach to understand the Fikih Difabel. It explores the historical context of disability in Muhammadiyah and analyzes religious interpretations that become the paradigm and content of Fikih Difabel. Data were collected from various primary sources, such as interviews, observations, and analyses of various Muhammadiyah documents. The research concludes that Fi...

Yerusalem: Kota Suci, Kota Api

Gambar
  Judul Buku: Yerusalem, Kota Suci, Kota Api  Penerbit: Gading, Desember 2022 Tebal: 221 Halaman ISBN: 9786238820023 Dapatkan bukunya di  Google Play   Buku ini adalah oleh-oleh dari setahun hidup di Israel (2021- 2022). Saya tinggal di Yerusalem Timur, di sebuah kantong Yahudi di kawasan yang didominasi penduduk Arab. Lokasinya tidak jauh dari kompleks Masjid al-Aqsa. Dari balkon atau jendela kamar apartemen saya, kubah emas Dome of The Rock menjadi pemandangan mahal yang dapat saya nikmati setiap saat. Dari tempat itulah saya melihat Yerusalem dan tanah sengketa Arab-Israel di buku ini.  Saya menyiapkan buku ini dalam bentuk artikel pendek, semisal tulisan opini di koran, yang membahas berbagai hal yang saya lihat, amati, dan alami sehari-hari di Israel. Jadi, tidak difokuskan untuk membahas konflik, juga tidak hanya tentang Yerusalem atau Israel. Saya sengaja membiarkan diri untuk menulis apa saja, tanpa sensor, apa yang saya lihat, alami, dan rasakan. ...

Bu Ronit dan Jalan Panjang ke Israel

Gambar
Saya mengenal Bu Ronit lebih dari 10 tahun yang lalu. Kami dipertemukan oleh almarhum sejarawan besar Prof. Ricklefs. Bu Ronit yang sedang riset untuk posdoc-nya waktu itu, butuh asisten. Pak Ricklefs merekomendasikan saya untuk mengisi lowongan itu. Kami bertemu dan berkenalan di Jogja. Pertemuan singkat waktu itu tak menghasilkan apa-apa. Saya tidak memenuhi kualifikasi yang diperlukan: asisten riset yang akrab dengan teks Jawa carakan. Saya orang Jawa, hanacaraka cuma dipelajari karena wajib di sekolah saja. Apes. Maka kami pun berpisah. Tidak pernah bertukar kabar. Tidak pernah bertemu lagi. Dunia [akademik] kami berbeda. Tidak ada jalan untuk bertemu. Tetapi takdir berbicara lain. Tiba-tiba saja, sepuluh tahun kemudian, saya membaca sebuah lowongan posdoc di bawah asuhan beliau. Tiba-tiba saja saya teringat dengan sebuah issue penelitian yang telah lama saya kubur karena sibuk mengurusi difabel.  Proposal saya buat. Kami cocok. Lalu, tiba-tiba saya berada di Israel, negeri yan...