Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Tidak Nonton Pidato Pak Dhe

Gambar
Semalam, saya pilih nonton Liga Sopiyah antara Bali United vs Barito. Istri saya bertanya, "Koq nggak nonton pidato Jokowi?" Saya bilang, "Nggak tega."  😃 Salah satu kelemahan Pak Jokowi itu yang di pidato. Dia sama sekali bukan orator. Pidatonya kadang bikin saya sedih. Pengucapannya terbata-bata. Grothal grathul. Temponya juga tidak enak diikuti. Pak Prabowo jelas menang telak untuk urusan orasi. Diksinya kaya. Pengucapannya tegas. Temponya bikin yang dengar ikut manthuk-manthuk. Kecuali di adegan gebrak-gebrak mimbar, saya menyukai pidato-pidato Pak Prabowo. Asal tidak mencoba melucu (seperti kasus wajah Boyolali), he is far better than Pak Jokowi. Apalagi kalau soal bahasa Inggris. Pendukung Pak Prabowo seneng banget itu kalau ketemu Bahasa Inggris Pak Jokowi yang payah. Janganlah bilang Ivanka ngakak karena bahasa Inggris Pak Jokowi bagus... yang bilang begini pasti penjilat. Harus kita akui, pidato dan bahasa Inggris Pak Jokowi tidak selevel denga...

Daftar Jurnal Terindeks Scopus [Selected List ]

Gambar
Berikut ini adalah daftar jurnal disability studies  yang terindeks Scopus. Saya tidak mencantumkan jurnal yang terlalu klinis. SJR jurnal ini beragam, dari Q1-Q4. Disability and Society (UK) SJR: https://www.scimagojr.com/journalsearch.php?q=28846&tip=sid&clean=0 Author Guideline:  https://www.tandfonline.com/action/authorSubmission?journalCode=CDSO20&page=instructions International Journal of Disability, Development and Education (UK) SJR:  https://www.scimagojr.com/journalsearch.php?q=22108&tip=sid&clean=0 Homepage:  https://www.tandfonline.com/toc/cijd20/current   Journal of Disability Policy Studies (USA) SJR:  https://www.scimagojr.com/journalsearch.php?q=5000155401&tip=sid&clean=0 Homepage:  https://journals.sagepub.com/home/dps   Guideline:  https://uk.sagepub.com/en-gb/asi/journal/journal-disability-policy-studies#submission-guidelines Scandinavian Journal of Disability Research (Sw...

Al Kautsar

Gambar
Di tengah perjalanan, kami mampir sebuah SPBU untuk salat Maghrib. Pada rakaat kedua, saya memutuskan untuk membaca surat al-Kautsar. Ini adalah surat terpendek dan surat favorit saya untuk mempercepat salat jamaah. Di rumah, rakaat pertama biasanya saya memilih yang panjang (al-'Alaq dan sejenisnya). Mengapa? Karena jamaah di langgar saya lebih banyak yang datang setelah iqomah dikumandangkan. Rakaat pertama harus lebih panjang untuk menunggu kedatangan mereka ag ar semua bisa jamaah penuh tanpa masbuq. Rakaat kedua dipilih surat pendek agar salat berjamaah tidak berlama-lama. Konon, ajaran yang kita dengar dari Nabi, karena peserta salat itu ada yang lansia (banyak malah), ada anak-anak (juga banyak banget). Tidak semua orang kuat salat lama. Menjadi agama rahmat itu artinya menjadi agama yang ramah bagi semua jenis manusia. Tidak semua orang jidatnya hitam. Gitu. Nah kembali ke Al-Kautsar yang saya baca di Mushola SPBU, saya baru sadar betapa Allah itu sayang sekali de...

Rejeki Yang Diatur

Gambar
Mungkin Anda pernah dengar bahwa ada tiga hal yang sudah ditakdirkan: jodoh, rejeki, dan mati. Meski pernah atau sering dengar, kita sering melupakan kaidah itu. Kadang, mau nyumbang saja kita mikir, lha koq pengeluaran untuk nyumbang besar sekali? Mau kasih infaq juga ngitung lagi, koq lebih besar dari pengeluaran untuk ANU. Apalagi zakat, yang memang sejak dari sononya pakai hitungan sekian persen, tambah ngitung lagi. Beberapa hari ini saya menemukan bukti tentang rejeki yang diatur itu dalam hal sederhana. Bukan saya yang dapat rejeki, tetapi orang lain. Pertama, saya mampir makan untuk beli nasi Padang. Eh, ternyata di dalam tidak ada menu nasi Padang. Jowo kabeh. Setelah ambil makan dan duduk, saya baru sadar warung ini sudah berganti pengelola. Padahal, kalau saya tahu ini bukan warung Padang, saya tidak akan mampir. Jadilah, rejeki warung Padang pindah ke warung Jowo. Tahu enak dan murah, besoknya saya mampir lagi. Kali ini, saya ngajak anak saya. Tambahlah rejeki si pem...

5 Langkah Wajib untuk Amankan HP Android

Gambar
Android yang sekarang kita gunakan sudah generasi ke-9. Umur Android juga sudah lebih dari 10 tahun. Berbicara tentang fitur, sudah tak terhitung ragam dan gunanya. Bahkan mungkin dengan fitur-fitur yang jauh melebihi kebutuhan pengguna. Tetapi fitur basic  Android, yang harusnya digunakan setiap pengguna, pun tidak dimanfaatkan oleh pengguna. Buktinya, banyak orang yang bingung dan panik saat HP-nya hilang ada dimana, banyak yang tidak tahu cara membuka HP yang terkunci, banyak yang ngeluh/ngeles "HPku baru, kontak dan chat lama sudah hilang semua." Padahal, dengan fitur yang sekarang tersedia, semua keluhan tentang HP 'jadul' seperti itu harusnya sudah tidak terjadi. HP sekarang itu "too smart" hanya untuk mengatasi urusan sepele begitu. Problemnya, mungkin, adalah user yang (maaf broh) "not smart enough". Nah, ini saya sharing  cara setting fitur keamanan basic untuk HP Android. Tujuannya: 1. Bisa menemukan HP yang hilang (entah karena lup...