Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Kisah Theklek dan Kehormatan

Gambar
Made by Mbah Arso Saya berhenti untuk membeli theklek  yang dijual lelaki renta itu bukan karena rasa kasihan. Ia yang berjalan pun sudah tertatih-tatih tak terlihat membutuhkan rasa iba. Sebaliknya, ia tengah menceritakan sebuah kehormatan: sampai kapan pun, rizki yang halal harus dicari dengan penuh martabat. Tidak perlu mengemis karena menganggur. Tak perlu mencuri karena lapar. Tak perlu korupsi demi memenuhi selera hidup yang tinggi. Tak perlu berhenti walau usia sudah senja sekali. " 92 taun !" Mbah Arso Dimedjo menjawab cepat pertanyaan saya, seperti peserta cerdas-cermat yang tahu menebak arah soal dewan juri. Mungkin karena saya bukan penanya pertama. Mungkin karena setiap orang yang bertemu kagum dengan kesepuhannya.  Di usia se-senja itu, siapa pun wajib heran bila menjumpa Mbah Arso sedang memanggul dagangannya di Jalan Veteran Yogyakarta. " Sampun sepuh sanget nggih.  Ndaleme pundi mbah ?" Tanya saya. Ia menjawab dengan jelas: berasal dari Jati...

Kuliah Fiqih dan e-Learning

Gambar
Menurut berita di Kompas.com,  UGM Kembangkan E-learning System For Academic Community - KOMPAS.com  . UGM kini mengembangkan apa yang disebut sebagai Elisa atau E-learning System for Academic Community, yang melalui sistem ini dosen dapat (1) mengunggah bahan kuliah, (2) berdiskusi, dan (3) memberikan penugasan. Pada tahap pertama, masih menurut berita tersebut, akan diunggah 116 bahan ajar yang sudah terdigitalkan. UGM tidak ingin ketinggalan karena digitalisasi bahan ajar sudah menjadi tren internasional. Nah! Kawan-kawan mahasiswa KPI dan IKS yang pernah mengambil mata kuliah Fiqih, adakah yang "baru" dari berita ini untuk Anda? Kuliah Fiqih sudah merintis E-learning di UIN Sunan Kalijaga sejak tahun 2007, ketika kita masih begitu gagap dengan teknologi internet (coba tanya ke Dede Arianto yang sekarang jadi pakar IT dan "alumni" pertama kuliah fiqih online). Sebagai eksperimen, Kuliah Fiqih (sekarang ada di http://kuliahfiqih.blogspot.com ) sudah melewa...

'Religion For Atheists': God, What Is He Good For?

Gambar
Agama untuk para Ateis: Apa gunanya Tuhan? (  'Religion For Atheists': God, What Is He Good For? ), begitu judul review buku di NPR ini. Apakah kaum ateis perlu agama? Jangan salah paham. Orang Ateis tak butuh agama dan buku ini tidak menceritakan "agama kaum Ateis", melainkan menceritakan agama kepada mereka yang tidak percaya kepada agama (baca: ateis). Anda percaya dengan makhluk halus yang dikenal sebagai Ratu Laut Selatan? Kalau tidak, saya akan menulis sebuah buku agar Anda mengerti tentang Ratu Laut Selatan dan manfaat atau gunanya percaya kepada Ratu Laut Selatan. Kurang lebih begitulah maksud buku itu. Salah satu point penting buku ini, menurut Woods, adalah: De Botton fluently identifies how religion traditionally addressed social needs before offering his own secular proposal for meeting them anew. For example, religion has traditionally provided a sense of community that can override divisions of class or income. We might therefore regain this se...

Jakarta mau Syariah? Belajar Metopen Lagi...

Gambar
Ini adalah judul berita di situs MetroTv bebeberapa waktu yang lalu: " Survei: 77 Persen Warga Jakarta Ingin Hukum Syariah  " Sebelum membaca berita, saya sudah tidak percaya dengan hasil ini karena satu kata kunci saja: hukum syariah. Saya pernah survei di kelas, yang asumsinya lebih melek 'syariah' daripada yang di luar sana, tentang pengertian "syariah". Hasilnya, ada banyak persepsi tentang syariah. Bahkan, ketika dua pertanyaan saya ajukan: apakah Anda setuju pemberlakuan syariah dan apakah Anda setuju pemberlakuan  potong tangan, jawabannya bertolak belakang: setuju syariah dan tolak potong tangan. Artinya, kalau mau tanya ke orang, tanya dulu "syariah yang mana?" Kalau Syariah itu berarti "agama Islam", seperti definisi yang dibuat beberapa buku Fiqih, tentu saja semua orang Islam menghendaki Syariah. Syariah =  al-din.  Begitu Anda masuk Islam, ya Anda tunduk pada Syariat Islam.   Tetapi, jika syariah yang dimaksud adalah huk...

Presentasi Kuliah 4

Ini powerpoint singkat tentang empat mazhab Fiqih. Garis besar saja, karena lebih banyak ceritanya di kelas. Semoga bermanfaat.

Fiqih tanpa Mazhab?

Gambar
pic: www.irandefence.net Bisakah kita beragama [Islam] tanpa mazhab? Ada beberapa orang dan kelompok yang mengatakan bahwa beragama Islam itu tidak perlu mazhab, cukup kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah. Ada banyak tulisan yang bisa kita baca dalam masalah ini. Salah satunya adalah tulisan menarik karya Nuh Hamim Keller, "why muslims follow madhhabs?" . Menurut Keller, kita bisa memulai dengan berbagai pengetahuan yang kita miliki tentang Islam. Darimanakah pengetahuan itu kita peroleh? Sejauh mana kesahihan pengetahuan itu? Kita semuanya mungkin sepakat bahwa pengetahuan kita tentang Islam pertama-tema bersumber dari al-Qur'an dan al-Sunnah. Ya, tetapi, perlu kita tahu, al-Qur'an dan Sunnah itu adalah teks yang berbahasa Arab. dan kata Keller lagi, " ...  as a translator, I can assure you that it is not just any Arabic."  Untuk memahami bahasa Arab kedua teks itu diperlukan pengetahuan yang mendalam tentang berbagai ilmu: linguistik, semantik, ...