Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Mengenal Xinjiang, Mengenal Uighur

Gambar
Salah satu buku terpenting, penulis terkemuka, dalam Xinjiang Studies Ketika berita-berita tentang situasi Xinjiang mulai saya dengar dan saya baca, sebagaimana semua orang, respon pertama saya adalah campur: antara prihatin, marah, dan kecewa di satu sisi, dan penasaran tentang nama suku yang baru pertama kali saya dengar: Uighur. Dibandingkan mereka yang langsung sharing berita-berita pelanggaran HAM, saya lebih memilih menahan diri tidak membagikan karena saya juga mendengar informasi dari sumber-sumber dekat tentang sifat tendensius berita-berita yang mayoritas bersumber dari media Barat itu. Kita sudah punya banyak pengalaman bagaimana framing media itu kadang lebih berbahaya daripada fakta yang terjadi. Sebagai orang yang pernah menjadi siswa di program international studies, saya juga waspada benar konteks berita itu dari relasi Amerika-RRC yang memanas akhir-akhir ini. Maka saya putuskan untuk melakukan riset literatur yang lebih mendalam tentang Xinjiang agar saya bisa l...

Seminar Pendidikan Inklusif di SLB Gunung Kidul

Gambar
Perencanaan masa depan bagi siswa penyandang disabilitas  sangat dibutuhkan bagi siswa dan orang tua. Mereka dianugrahi Tuhan karena anaknya memiliki kebutuhan khusus. Bagaimana kelanjutan kehidupan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)? Selain itu orang tua juga dihadapkan dengan  kelanjutan studi ABK setelah anaknya menuntaskan pendidikan di sekolah khusus ataupun di Inklusi. Secercah harapan  terlihat saat Kampus Guru Cikal yang bekerjasama dengan Nusantarun dan SLB Negeri 1 Gunungkidul mengadakan seminar “pendidikan untuk semua” yang dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Desember 2019. Seminar yang dilaksanakan di SLB Negeri 1 Gunungkidul ini menghadirkan empat  narasumber yang dinilai memberikan solusi dan pemecahan masalah tentang kelanjutan studi ABK. Pembicara pertama adalah Rio Walua, S.Pd.I yang mana merupakan penyandang disabilitas mata ( Tunanetra). Beliau menceritakan pengalamannya ketika kuliah di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Mas Rio”, begitu cara Rio Wa...