Postingan

Menampilkan postingan dengan label Narasumber

ICIS (UIN Pekalongan) 2025 dan Ekoteologi

Gambar
Hari ini, saya baru saja menghadiri International Conference on Islamic Studies (ICIS) 2025 yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Tahun ini konferensi mengangkat tema besar “Islam, Environment, and Sustainability: An Ecotheological Perspective.” Tema yang tampak sederhana, tetapi menyimpan perdebatan panjang tentang bagaimana agama—khususnya Islam—mengartikulasikan hubungan antara manusia dan alam. Saya diminta menjadi salah  invited speaker untuk menyajikan tulisan yang sudah lama ingin saya uji di forum akademik: sebuah kritik terhadap ekoteologi . Selama ini kita cenderung menerima wacana ekoteologi sebagai sesuatu yang indah, luhur, dan secara otomatis progresif. Padahal, jika dibaca dengan lebih teliti, ekoteologi kerap mengulang pola lama: idealisasi kosmos, romantisasi hubungan manusia-alam, dan pengaburan persoalan struktural yang justru menyebabkan kerusakan ekologis. Konferensi ini memberi ruang bagi perdebatan semacam ...

Islamic, Jewish, and Secular Perspectives on “Loopholes”

Gambar
Ada satu pertanyaan yang selalu menggelitik ketika kita berbicara tentang hukum agama: apakah umat beragama itu benar-benar taat hukum, atau taat pada cara mengelak dari hukum? Pertanyaan ini, yang bagi sebagian orang mungkin terdengar sinis, justru menjadi pintu masuk paling jujur untuk memahami bagaimana hukum bekerja dalam kehidupan nyata. Tidak terkecuali dalam tradisi Islam, dan tentu juga dalam Yahudi, yang sering disebut-sebut sebagai "saudara tua" dalam urusan legalisme. Pertanyaan itu pula yang menjadi semangat sebuah simposium daring yang saya ikuti minggu ini—sebuah forum lintas tradisi yang membongkar cara masing-masing agama dan sistem hukum (Yahudi, Islam, dan sekuler) memperlakukan yang sering kita sebut loopholes : jalan tikus legal yang penuh kecerdikan, kadang penuh tipu daya, dan hampir selalu menyingkap alasan mengapa hukum yang “sakral” tidak pernah sesak napas oleh perubahan zaman. Simposium ini mengambil titik tolak dari buku baru Elana Stein Hain , C...

Seminar Islam dan Inklusi Disabilitas (Dies Natalis UIN Malang)

Gambar
Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Menuju Kampus Inklusif: Memperkuat Peran Ulama dan Akademisi dalam Pemenuhan Hak-hak Disabilitas.” Kegiatan yang digelar pada Kamis, 30 Oktober 2025 di Rumah Singgah Lantai 4, Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menghadirkan sejumlah pembicara. Dalam kesempatan ini, saya sendiri membawakan materi berjudul “Fikih Disabilitas dan Transformasi Perguruan Tinggi Islam Menuju Kampus Inklusif.” Melalui paparan ini, saya mengulas perkembangan pemikiran fikih dalam memahami disabilitas, serta apa yang masih terlewatkan dan harus dilakukan.

The 3rd International Conferences on Islam and Society (UIN RM Said Surakarta)

Gambar
  Konferensi internasional ketiga bertajuk The 3rd International Conference on Islam and Society (ICIS) resmi digelar di Aula Yosodipuro, lantai 4 Fakultas Adab dan Bahasa (FAB), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Acara yang berlangsung satu hari ini mengusung tema “Optimalisasi Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Kajian Islam di Perguruan Tinggi”, membahas potensi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memajukan studi Islam di tingkat pendidikan tinggi. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. H. Khollilurrohman, M.Si., serta menghadirkan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, Prof. Toto menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi modern dengan nilai-nilai Islam agar pendidikan tinggi Islam tidak tertinggal dalam arus perkembangan global. Sejumlah pembicara terkemuka turut hadir, antara lain Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S. (U...

Roundtable "Fikih Tambang"

Gambar
  Dalam artikel Fikih, Ideologis dan Berpihak , setidaknya saya mengajukan poin-poin berikut: Pentingnya Analisis Relasi Kuasa: Artikel ini menyoroti pentingnya menganalisis isu tambang dari perspektif relasi kekuasaan. Isu tambang bukan hanya soal fikih, tetapi juga menyangkut relasi kekuasaan dan kepentingan. Fikih sebagai Alat Ideologis: Fikih tidak hanya sebagai sistem hukum Islam yang ketat dengan aturan dan norma, tetapi juga digunakan sebagai alat ideologis untuk melegitimasi kepentingan tertentu. Pendekatan formalis dalam fikih sering kali melayani kepentingan tertentu. Formalisme dalam Fikih: saya menyoroti kritik Kiai Sahal bahwa fikih memiliki watak formalistik yang rentan terhadap manipulasi (hilah). Ia memberikan contoh bagaimana ahli fikih dapat mensiasati hukum untuk keuntungan pribadi, yang menunjukkan bahwa pendekatan formalis dalam fikih bisa disalahgunakan. Kritik Epistemologis dan Metodologis: Saya mengkritik Gus Ulil dari dua kacamata, yaitu epistemologis dan m...

8th IDACON (International Dakwah Conference): Mengkritisi SDGs dari Sudut Filantropi Islam

Gambar
  The 8th International Da'wah Conference (IDACON) 2024 THE CONTRIBUTION OF RELIGIOUS COMMUNITIES FOR ACHIEVING SDGS Kemarin saya mendapatkan kehormatan untuk menjadi salah satu pembicara dalam sesi pembuka IDACON. Menimbang tema tersebut, saya awalnya ingin berbicara dari isu sidfabel, tetapi pada akhirnya saya putuskan untuk mengambil isu filantropi. Pilihan saya didasarkan pada fakta bahwa filantropi Islam dan SDGs memiliki banyak irisan kesamaan. Apa yang dilakukan oleh filantropi Islam adalah bagian dari isu-isu SDGs. Dugaan saya ini kemudian saya buktikan dengan studi literatur untuk melihat bagaimana para peneliti melihat persinggungan isu Islam, SDGs, dan filantropi Islam. Hampir semua penelitian menyetujui kompatibilas Islam dan SDGs dana bahwa filantropi Islam sudah banyak digunakan untuk mencapai SDGs, termasuk di Indonesia. "Tugas" saya di forum itu adalah mengajukan kritik: mengapa filantropi Islam harus mengurusi SDGs? Ambil contoh isu kemiskinan! Bukankah p...

Ke Israel Lagi: A Sensory Perspective on Interlinear Translations from the Indonesian-Maly World

Gambar
In a captivating symphony of scholarly inquiry, the Textual Microcosms Annual Workshop 2024 is set to unfold on May 15th and 16th, 2024. Held within the hallowed halls of the Confucius Room at the Faculty of the Humanities, this two-day extravaganza promises to illuminate the intricate nuances of interlinear translations from the Indonesian-Malay world, offering a sensory perspective like never before. Kicking off the proceedings on Wednesday, May 15th, participants will be greeted with the aroma of freshly brewed coffee as they gather for a convivial start to the event. Amidst this congenial atmosphere, Ronit Ricci will deliver the opening remarks, setting the stage for the enlightening discussions that lie ahead. The spotlight then turns to Julia Byl from the University of Alberta, Canada, whose presentation titled "Latent Letters: Sound and Text in North Sumatra" will delve into the symbiotic relationship between sound and text in this region. Chairing this session is none...

Menyebar Ide Masjid Ramah Difabel

Gambar
  Tema: Masjid Ramah Difabee Tempat: Hotel Pandanaran, 25 Januari 2024 Penyelenggara: Bidang Urais Kemenag DIY Peserta: Pengurus Badan Koordinasi Masjid se-DIY

Seminar Transformasi IAIN ke UIN Kediri

Gambar
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri menggelar seminar nasional dalam rangka menyambut alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil. Kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan konsep integrasi ilmu yang diberi nama cahaya pengetahuan.  Rektor IAIN Kediri, Wahidul Anam mengatakan pihaknya ingin menyambut alih status kelembagaan secara komprehensif. Tidak hanya matang secara konsep, namun juga mampu diimplementasikan dengan baik di lapangan.  "Kehadiran UIN Syekh Wasil Kediri ke depannya benar-benar memberi dampak perubahan dan menjadi bagian dari solusi.  Berubah tidak boleh hanya kelembagaannya saja, yg tidak kalah penting adalah mindsetnya. Termasuk filosofi keilmuan cahaya pengetahuan ini benar-benar dikembangkan secara serius,” tuturnya, Kamis, (7/12). Ia menjelaskan visi kita kedepannya menjadi universitas unggul bertaraf internasional dalam pengembangan keilmuan, keislaman, sains, dan keindonesiaan. Semua civitas akademika, sambungnya, perlu memi...

Menerjemahkan Jilbab di Jepang

Gambar
Minggu depan, 2-6 November, saya mendapatkan kehormatan dan kesempatan untuk mempresentasikan salah satu riset mutakhir saya dalam translation studies, salah satu aspek yang saya teliti saat di Israel tahun lalu. Salah satu perhatian "kuno" saya adalah tentang jilbab. Saya pernah menulis di Jurnal Musawa tentang topik ini saat hangat-hangatnya dulu. Lalu saya sibuk dengan riset disertasi dan kemudian difabel. Saat di Israel, saya awalnya mau mengerjakan riset ini. Gagal. Eh, tertunda dan saya mengerjakan topik lain lagi. Akhirnya, topik ini berhasil saya selesaikan setelah pulang dari Yerusalem.  --------------------- Ringkasan Istilah "jilbab" telah resmi digunakan dalam bahasa Indonesia sebagai kata pinjaman. Studi-studi terdahulu mengenai jilbab tidak membahas praktik menerjemahkan Quran ke dalam bahasa Indo-Melayu. Dalam penelitian studi Islam, fokus lebih pada interpretasi Quran secara keseluruhan (tafsir al-Quran secara menyeluruh) daripada terjemahan kata per...

Pidato Yudisium 35 FUAD UIN Satu

Gambar
  Point-poin penting dari pidato yudisium ini adalah: Catatan terhadap perbedaan nama fakultas di berbagai universitas, menyoroti kebingungan tentang kegunaan sebenarnya dari nama-nama tersebut. Berbagi pengalaman pribadi tentang perjuangan dalam pendidikan, menekankan pentingnya bersyukur atas kesempatan pendidikan yang dimiliki, serta mengkritisi pandangan masyarakat tentang pendidikan berdasarkan gender. Pendidikan bukanlah akhir dari pembelajaran, saya menekankan pentingnya terus belajar dan berkembang, seperti yang ditunjukkan oleh pengalaman belajar bahasa Spanyol, Ibrani, dan Jepang. IPK bukanlah penentu kesuksesan, diilustrasikan dengan pengalaman saya pribadi dan teman-temannya, yang menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademis.

Preventing Plagiarism

Gambar
  Adalah kehormatan bagi saya untuk dapat berbagi pengalaman tentang plagiarisme dengan teman-teman di BRIN. Ya, saya kira "berbagi pengalaman" adalah istilah yang tepat karena saya memang berpengalaman menjadi korban diplagiat dan editor yang berhadapan dengan kasus-kasus plagiarisme. Secara isi dan materi, pandangan saya tentang plagiarisme sudah saya tulis di buku Tanya Jawab Plagiarisme , dan saya tidak ingin mengulangi kontennya di forum ini. Slide berikut hanya sebagai panduan penyajian gagasan saja.

IDACON 2022

Gambar
 

Workshop Pendampingan Difabel di Unlam

Gambar
  Pagi ini, untuk kesekian kalinya, saya mendapatkan kehormatan untuk berbagai pengalaman dengan teman-teman dosen di Universitas Lambung Mangkurat dalam Workshop Pendampingan Mahasiswa Difabel. Acara intinya terdiri atas dua sesi. Saya mendapatkan bagian sesi pertama dengan topik Pendampingan Difabel di Perguruan Tinggi Inklusif sementara di sesi kedua ada Slamet Thohari yang membahas pengelolaan kelas inklusif. 

Webinar Plagiarisme

Gambar
Sekali lagi ngonong tentang plagiarisme. Kali ini saya diminta Penerbit Samudera Biru untuk mengisi 'pengajian rutin', bedah buku mingguan mereka. Buku saya, Tanya Jawab Plagiarisme , direvisi dan ditambah isinya, lalu diterbitkan ulang oleh Samudera Biru. Jadi, ini ngobrol tentang plagiarisme dan buku itu sekaligus. 

FGD "Covid-19 dan Vaksin: Inklusivitas Difabel"

Gambar
Forum Diskusi Denpasar 12 bekerja sama dengan Media Indonesia mempersembahkan program acara Focus Group Discussion (FGD) Tema :  Covid-19 dan Vaksin: Inklusivitas Difabel Waktu: Rabu, 24 Februari 2021 Pukul : 14.00 WIB - Selesai Pengantar: Lestari Moerdijat, S.S., M.M - Wakil Ketua MPR RI Periode 2019 - 2024 Narasumber: 1. Prof. Wiku Adisasmito - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 2. Bahrul Fuad - Komisioner Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan dan Tim Kajian Disabilitas 3. Eva Rahmi Kasim - Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Kementerian Sosial RI 4. Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng. - Rektor Universitas Syiah Kuala, penulis kata pengantar dalam buku Minda Mahasiswa Indonesia: Ketika Masyarakat Indonesia Melawan Pandemi 5. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag - Editor in Chief, Inklusi Journal of Disability Studies Live Streaming: Youtube Media Indonesia https://youtu.be/J0DCbX3lSxY  

Workhsop Journal Diktis

Gambar
 

Workshop Publikasi di Jurnal Ilmiah IAIN Kediri

Gambar
 

Webinar Konseling Inklusi

Gambar
Berbagi pengalaman dan pandangan dengan teman-teman Prodi BKI UIN Sunan Ampel Surabaya dalam webinar Konseling Inklusi. Online 11 Agustus 2020!