Pak 'Haji' Sofyan
Namanya Pak Sofyan. Saya tidak tahu nama lengkapnya sebagaimana saya juga tidak tahu nama lengkap warga kampung di sini. Setiap hari kami bertemu, paling tidak tiga kali karena Pak Sofyan tak pernah absen berjamaah di Langgar samping rumah. Subuh, Maghrib, dan Isya. Identitas yang saya tahu, Pak Sofyan adalah pensiunan sebuah BUMN. Oh, jangan membayangkan pensiunan direktur dengan uang melimpah. Walaupun saya juga tidak tahu apakah ia dulu hanya pegawai kecil di perusahaannya. Apa yang jelas: orangnhya sederhana, rumahnya kecil, dan motor Suzuki Smash sebagai kendaraan yang dimiliki. Tetapi, pikiran-pikiran Pak Sofyan tak sekecil rumahnya. Semakin sering saya mengobrol, semakin saya kagum dengan berbagai pandangan hidupnya. Sehabis salat, ia sering berhenti di teras rumah saya untuk sekedar 'monggo-monggoan' atau membicarakan apa yang sedang terjadi: mulai dari sepeda tetangga yang baru dicuri maling sampai dengan isu-isu politik. "Haji sewaktu masih muda itu baik...