Dingin Tetapi Hangat
Dua minggu terakhir, musim dingin di Yerusalem mulai menyiksaku. Meski pernah tinggal dua tahun di Amerika, saya tinggal di kota yang nggak dingin-dingin amat dan relatif lembab. Yerusalem dingin banget dan kering. Perpaduan yang menyiksa. Di apartemen sebenarnya ada sistem penghangat. Masalahnya, penghangatnya tersentral untuk tiga kamar. Mati, mati semua. Nyala, nyala semua. Satu orang penghuni di sini anti pemanas. Ia bahkan sampai menyembunyikan remot (gila dia emang). Nah, penghuni lain lagi, beli penghangat portable untuk kamarnya. Tinggal saya sendiri yang kedinginan. Maka saya putuskan untuk ikut-ikutan membeli penghangat portable. Saya cari, ada satu barang di toko online. Tetapi butuh waktu lama untuk pengiriman. Mau beli di toko lokal, belum tahu di mana bisa membelinya. Nah, Jumat lalu saya punya kenalan baru di Masjidil Aqsa. Ia orang Palestina dari West Bank yang berhasil masuk ke Israel, hanya untuk Jumatan. Waktu itu, ia mengaku punya toko elektronik. Maka saya kon...