Imlek dan Toleransi untuk Minoritas
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah. Pada hari ini, Jumat 31 Januari 2014, kita menjalani hari libur nasional untuk merayakan tahun baru Imlek 2565. Meski Imlek adalah tardisi sekelompok kecil, minoritas, dari bangsa Indonesia, tetapi kita merayakannya bersama-sama sebagai satu keluarga besar, keluarga bangsa Indonesia. Kebahagian saudara kita sebangsa dan setanah air adalah kebahagian kita juga. Pada saat-saat kita merayakan hari penting suadara sebangsa kita seperti ini, seringkali kita mendengar celoteh ini dan itu, fatwa anu dan ini, yang dihubung-hubungkan dengan kerusakan akidah kita. Saya tidak tahu darimana asal-usulnya, tetapi khususnya setiap hari Natal selalu beredar kembali fatwa yang mengharamkan umat Islam dari mengucapkan selamat hari Natal. Alasannya, mengucapkan Natal adalah sama dengan mengakui akidah kaum Nasrani yang salah tentang kelahiran Isa. Saya tidak tahu bagaimana "mengucapakan selamat" disamakan dengan "mengakui kebenaran sebua...