Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Review Gili Velo Minggu Pertama

Gambar
Saya lupa persisnya bagaimana saya menemukan sepeda ini di Youtube, karena saya memang tidak sedang mau membeli sepeda. Tetapi begitu melihat satu video tentang Gili Velo, saya langsung tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut. Hal paling menggoda saya untuk akhirnya membeli adalah dua hal: Pertama, sepeda ini akan memudahkan kita untuk melewati jalur-jalur menanjak. I know from experience, umur seperti saya tidak bisa dipaksa bersepeda ke semua tempat. Saya pernah nyaris pingsan, keringat dingin mengucur, gara-gara track menanjak menguras detak jantung dan kebetulan belum sarapan. Sepeda ini adalah jawabannya. Begitu saya pikir. Kedua. Saya punya jadwal bersepeda berdua dengan istri. Nah, standar kekuatannya turun lagi. Kalau sendirian, saya ambil jarak rata-rata 25 KM sekali bersepeda. Dengan istri? Saya turunkan jaraknya, tak lebih dari 15 KM. Kecepatan pun turun, dari 20-25 KM menjadi 10-15 KM. Sepeda ini bisa dipakai istri saya bersepedaan berdua tanpa perlu menurunkan standar jar...

FGD "Covid-19 dan Vaksin: Inklusivitas Difabel"

Gambar
Forum Diskusi Denpasar 12 bekerja sama dengan Media Indonesia mempersembahkan program acara Focus Group Discussion (FGD) Tema :  Covid-19 dan Vaksin: Inklusivitas Difabel Waktu: Rabu, 24 Februari 2021 Pukul : 14.00 WIB - Selesai Pengantar: Lestari Moerdijat, S.S., M.M - Wakil Ketua MPR RI Periode 2019 - 2024 Narasumber: 1. Prof. Wiku Adisasmito - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 2. Bahrul Fuad - Komisioner Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan dan Tim Kajian Disabilitas 3. Eva Rahmi Kasim - Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Kementerian Sosial RI 4. Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng. - Rektor Universitas Syiah Kuala, penulis kata pengantar dalam buku Minda Mahasiswa Indonesia: Ketika Masyarakat Indonesia Melawan Pandemi 5. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag - Editor in Chief, Inklusi Journal of Disability Studies Live Streaming: Youtube Media Indonesia https://youtu.be/J0DCbX3lSxY  

Maaf dan Plagiarisme

Gambar
Jangan mengandalkan solusi plagiarisme kepada kementerian. Kasus rektor USU cukup jadi pelajaran. Sebagai korban plagiat, saya punya pengalaman buruk dan baik dalam menyelesaikan masalah ini. Mungkin ada yang tanya kabar naskah saya yang diplagiat di web ibu wakil ketua MPR beberapa waktu lalu? Unggahan saya di Facebook saat itu rupanya cepat sampai ke telinga beliau. Lewat komunikasi dengan CSIS, saya dihubungi oleh salah satu orang kepercayaan beliau, Mas Arief Adi Wibowo. Karena bukan cuma sekali ini saja jadi korban plagiat, saya selalu memeilih mendengarkan. Saya akan mengambil sikap berdasarkan "kalimat pertama yang digunakan pihak plagiator". Dulu, ada kasus, si plagiat mengirim WA ke saya. Ia memperkenalkan diri. Lalu ia memulai pembicaraan dengan mengatakan, "Terkait DUGAAN plagiarisme itu, saya ingin klarifikasi." Sudah. Saya langsung jawab tegas, "Jadi, Anda menganggap saya hanya menduga Anda melakukan plagiat?" Bagi saya, plagiarisme itu sesuat...

Citasi: Angka atau Bobot

Gambar
Dengar ada ramai-ramai plagiasi dan citasinya yang sak huhah di Google Scholar? Saya termasuk orang yang tidak kagum dengan citasi Google Scholar tetapi juga tidak mengabaikan. Seperti biasa: mazhab kita adalah mazhab jalan tengah. Sikap yang sama yang saya pilih soal penggunaan Turnitin atau jurnal terindeks Scopus. Kita lihat, kita pakai sebagai parameter, tetapi tidak sebagai palu hakim. Saya punya contoh naskah  untuk menilai mana yang penting antara jumlah citasi dan dan bobot naskah. Disertasi saya pernah saya rangkum, diterjemahkan ke Inggris, dan diterbitkan lewat al-Jamiah tahun 2017 (edisi 2016). Secara bobot ilmiah, tentu artikel ini adalah artikel saya paling berbobot. Disertasi lho, masak ya nggak berbobot! 😀 Tetapi, nasib citasi naskah itu sungguh mengenaskan! Sampai 2020, tidak ada satu tulisan pun yang mengutip. Tetapi saya maklum. Pertama, artikel itu membahas topik yang super spesifik. Boleh dibilang, tidak ada orang menekuni tema ini: historiografi banyak, tetap...