Review Gili Velo Minggu Pertama


Saya lupa persisnya bagaimana saya menemukan sepeda ini di Youtube, karena saya memang tidak sedang mau membeli sepeda. Tetapi begitu melihat satu video tentang Gili Velo, saya langsung tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut.

Hal paling menggoda saya untuk akhirnya membeli adalah dua hal: Pertama, sepeda ini akan memudahkan kita untuk melewati jalur-jalur menanjak. I know from experience, umur seperti saya tidak bisa dipaksa bersepeda ke semua tempat. Saya pernah nyaris pingsan, keringat dingin mengucur, gara-gara track menanjak menguras detak jantung dan kebetulan belum sarapan. Sepeda ini adalah jawabannya. Begitu saya pikir.

Kedua. Saya punya jadwal bersepeda berdua dengan istri. Nah, standar kekuatannya turun lagi. Kalau sendirian, saya ambil jarak rata-rata 25 KM sekali bersepeda. Dengan istri? Saya turunkan jaraknya, tak lebih dari 15 KM. Kecepatan pun turun, dari 20-25 KM menjadi 10-15 KM. Sepeda ini bisa dipakai istri saya bersepedaan berdua tanpa perlu menurunkan standar jarak dan kecepatan.

Waktu Pre Order Gili Velo

Saya tidak berpikir lama untuk membeli. Meskipun harganya 'mengagetkan' kantong, saya hanya butuh waktu kurang dari 3 hari untuk memutuskan membeli. Saya pesan tanggal  14 Februari. Pesan langsung lewat web polygon, transfer via mobile banking, dan menerima tanda terima order via email. Tanggal 18 Februari saya menerima notifikasi bahwa pesanan saya sudah mulai dikirim dari pabrik. Tangal 22 Februari saya ditelpon Roda Link kalau sepedea sudah bisa diambil. 

Total waktu pesan sampai barang datang sekitar seminggu saja. Saya tidak tahu mengapa cepat karena saya cek di Grup Facebook Gili Velo masih ada yang harus nunggu sampai sebulan.

Setelah Mencoba 

Waktu ambil sepeda, saya langsung mencobanya dengan mengendarainya dari Roda Link ke rumah yang berjarak 11KM. Di jalur itu, ada satu tanjakan ringan di Flyover Janti. Selebihnya jalur rata. Rasanya? Belum banyak yang bisa saya rasakan. Kesan saya hanya, "sepeda ini sama seperto sepeda biasa, hanya lebih enteng." 


Tes sebenarnya baru saya lakukan esok paginya. Target saya naik ke Puncak gebang dan Sosok. Dua tempat ini sering saya lewati, di bawahnya. Belum pernah saya naik. Dan untuk alasan inilah saya beli Gili Velo. Hasilnya? Ya... Gimana gitu 😆 Nggak berasa naik sepeda! Saya sampai nggak enak sama mas-mas yang berjuang ngonthel ke atas sementara saya ngebut mendahuluinya. 

Jadi, nggak perlu nuntun sepeda? Nuntun juga. Pas turun, saya salah ambil jalur. Jalannya buram dan berbatu. Nuntunnya bukan karena nggak kuat ngontel, tetapi karena nggak berani njlungup. Hahaha.

Kesimpulan

Gili Velo layak dibeli kalau harga bukan deal breaker Anda. Saya sendiri ketir-ketir sebenarnya beli sepeda dengan harga segitu. Ngapain juga beli sepeda harga motor. Tetapi karena di rumah sudah ada motor harga sepeda (Legenda tahun 2007), saya hibur diri saya untuk membeli sepeda ini. Apalagi dua alasan di awal tadi cukup untuk mengesahkan budget segitu. Semoga saja awet.!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama