Kebaikan yang Dilupakan
Kemarin, kami makan siang bersama di Sate Cempe Lemu, Tegal. Kami dalam perjalanan ke Jakarta untuk sebuah acara yang tidak perlu saya ceritakan. 😊 Kami makan sate sambil ngobrol apa saja. Saya teringat sebuah peristiwa lama di Kalimantan. Saya bilang, “Saya dulu pernah lho makan sate Tegal, tetapi di Banjarmasin.” “Kok jauh amat?” kata seorang teman. Saya jawab, seolah orang yang saya maksud tidak di meja makan kami, “Ya, saya ditraktir Kakanwil Kemenag DIY. Ketemu di bandara, terus dibarengi ke hotel, dan mampir makan siang di tengah perjalanan.” Orang yang saya sebut jabatannya itu, dan sekarang jadi Kabiro di UIN, langsung nyaut ketus guyon, “Wah, saya sudah lupa peristiwa itu. Saya selalu melupakan kebaikan-kebaikan yang saya lakukan.” Kurang ajar. 😊 Tetapi, bukankah memang seharusnya begitu? Guyon itu kedengarannya saja yang seperti sombong. Ajaran agamanya ya begitu. Berbuat baiklah seolah tangan kirimu tidak melihat yang dilakukan tangan kananmu. Ya kan? Pagi ini, saat sarapa...