Korea dan Para Penginjil itu
Tulisan Suki di Washington Post ini segera mengingatkan saya ke Seoul dan teman sekelas saya dari Korea, Ju Song. Suki menulis: I remember looking through the window of our fifth-floor apartment in Seoul as a child and finding the night sky peppered with bright-red neon crosses. Saya tiba di Incheon pagi hari, dan segera meluncur ke hotel tempat saya menginap di tengah kabut tebal yang meliputi kota pelabuhan itu. Tak banyak yang saya lihat karena pekatnya kabut, tetapi begitu siang menjelang saya sempatkan berjalan-jalan di sekitar hotel. Dalam benak saya Korea adalah negara Budhis, tetapi saya benar-benar heran bahwa di sana-sini yang saya jumpai justru salib-salib yang bertebaran di berbagai sudut kota. Kita bisa menjumpai hingga dua salib terpancang di atas satu apartemen. Korea sepertinya memiliki lebih banyak gereja daripada Amerika. Dalam kunjungan kedua saya ke Korea, saya sempatkan ke Seoul dan sekali lagi kesan saya tentang gereja di Korea semakin jelas. Kor...