Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Iman Yang Semena-mena

Gambar
Salah satu yang "menghibur" saya dari komentar-komentar di tulisan sebelumnya tentang Afi adalah adanya sejumlah orang yang meragukan keislaman saya. "Ini yang nulis bener orang Islam?" Coba, di dalam kalimat mana kira-kira yang menunjukkan bahwa saya tidak percaya atau anti-Islam? [Click.Check.  https://web.facebook.com/arif.maftuhin/posts/10159088876330179  ] Saya terhibur karena komentar-komentar itu sekali lagi memberi bukti 'forensik' adanya nalar 'super sederhana' tetapi 'super percaya diri' dalam beragama. SUPER SEDERHANA karena dasar untuk meragukan keislaman saya adalah tulisan di Facebook yang sama sekali tidak menyinggung, apalagi menolak, kebenaran Islam. Saya tuh cuma bilang bahwa ada nalar 'benar sendiri' dalam beragama. Apakah nalar merasa benar sendiri itu salah? Saya sudah bilang nggak salah. Cuma ada tempat dan waktunya. Nah, gitu saja lo, terus saya kehilangan keislaman saya. Sederhana? Nggak.... Cuma, sup...

Afi Nihaya dan Pengritiknya

Saat membaca tulisan Afi yang dulu, tentang media sosial, saya terpesona. Tahu bahwa usianya masih sangat muda, saya terkagum. Membaca tulisan Afi, "WARISAN", saya geleng-geleng tak percaya. Maka, saat mendengar akun Facebook Afi ter-suspend akibat dilaporkan orang-orang yang tak menyukai tulisannya, saya heran: orang macam apa yang membenci tulisan jernih, reflektif, berpesan kedamaian? Keheranan saya mungkin terjawab setelah membaca sebuah komentar dan khususnya tulisan viral yang mengkritik Afi. Misalnya tulisan viral milik Gilang Kazuya Shimura, dibagi lebih dari 6.0000 kali disuka lebih dari 14.000 orang (heran bener). Nah, saya tertarik untuk membuat profil para pembenci Afi dari tulisan GKS. Ini nggak fair amat untuk menilai 14000 orang itu, tetapi teks GKS adalah semacama bukti 'forensik' nalar mereka. Teks GKS tampaknya disukai karena ia mewakili kegalauan orang yang tertohok tulisan Afi dan mudah kita temukan jejak-jeka nalar mereka dalam status Faceboo...