Single Author, Tanda Tidak Punya Teman?
Di sebuah grup WA, ada yang menulis begini: [2/10, 1:50 PM] +62 xxxxxxxxxx: padahal Scopus "sangat" mengharapkan tulisan jurnal tidak sendirian tetapi bersama/team... masak neliti sendirian... kayak ndak punya temen aja [2/10, 2:10 PM] +62 xxxxxxxxxx: Saking semangate ngeritik nganti salah bikin Infografis...dikira nulis dewean kuwi hero... seng jelas ndak nduwe konco 😁 Awalnya, saya anggap penyataan ini guyon saja. Tetapi setelah ia mengulanginya dan tetap dengan nada menertawakan begitu, saya simpulkan bahwa orang ini serius. Di otaknya tertanam anggapan bahwa menulis sendiri hanya dilakukan orang yang nggak punya teman! Sebagian orang yang latah menulis keroyokan tampaknya beranggapan kalau penulis tunggal itu aneh. Cuma, bagi orang yang biasa menulis buku dan artikel dari zaman sebelum scopas-scopus , penulis tunggal itu lumrah saja. Nggak ada yang merasa heroik. Dulu, menulis keroyokan yang justru aneh. Coba, mana ada ulama klasik menulis kitab bareng-bareng? Jalalain s...