Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Kita Kalah

Gambar
Antrian Vaksinasi. Lippo Mall Covid-19 sudah menang. Menang telak. Tidak perlu adu pinalti. Ia cukup menyerang. Tidak perlu bikin gol jika diperlukan. Karena kita, sebagai negara, sebagai masyarakat, lebih suka bikin gol bunuh diri. Saya beruntung, kalau membaca timeline facebook akun saya, saya memiliki teman-teman yang 'sadar Covid.' Banyak yang dengan sadar berkisah pengalamannya ditamui Covid; sebagaimana banyak yang menulis, mengedukasi, mempromosikan kesadaran untuk mewaspadai Covid-19. Tetapi begitu membuka tab sebelah, sosmed sebelah, duh. Kita sudah kalah. Ada sebuah berita di Youtube tentang rumah sakit darurat, Wisma Atlet, yang mulai penuh penghuni, tetapi komentarnya mayoritas tidak percaya berita itu benar. Buanyak, tidak hanya satu dua, yang menunutut, "Kalau benar, dishooting dong suasana di dalam Wisma Atlet, jangan cuma wawanca doang dengan petugas di luar." Jadi, mereka pikir petugas itu, para dokter dan tentara di rumah sakit itu, bohong, mengarang...

Sikap Tengah

Gambar
Saya sudah lama menghafalkan Hadits ahbib habibaka haunam-ma (dst.). Itu lho Hadits yang menasehati agar kalau kita menyukai seseorang (kekasih sekali pun), cintailah secukupnya saja. Demikian juga sebaliknya, kalau membenci seseorang (musuh sekali pun), bencilah sewajarnya saja. Selama ini, saya selalu menempatkan diri sebagai mukhatab   hadapan teks itu: saya adalah si orang yang mencintai atau membenci seseorang. Kemudian, demi menaati pesan Nabi, saya mengambil sikap tengah. Pernahkah Anda memikirkan untuk menjadi d amir ghaib  (orang ketiga) dari Hadits itu? Saya baru bisa membayangkan bagaimana kalau kita dicintai secara berlebihan. Misalnya, saya jadi pimpinan di sebuah lembaga yang anak buah saya mencintai saya secara berlebihan. Saking cintanya, apa saja yang saya minta dilaksanakan. Saking cintanya, setiap omongan saya adalah kebenaran. Ya, karena cinta memang membutakan.  Dalam posisi seperti itu, apa enaknya? Kita mungkin malah tidak bisa memimp...

Nasehat, Bener dan Pener

Gambar
Saat ada orang kehilangan dan membagikan kesialan itu di grup paling kondang sejogja, ICJ, saya sering menemukan orang memberi nasehat berbunyi , "Anda kurang sedekah..." Ada semacam hukum kausalitas yang dipercaya bahwa kehilangan barang terjadi karena sí pemilik kurang sedekah. Kita mungkin juga tahu, sudah menjadi kearifan yang sering kita dengar. Jadi, soal kita percaya hukum itu atau tidak, tidak ada yang salah dengan pesan itu. Yang salah adalah waktu dan tempatnya. Bener ning ora pener . Kalau ada orang yang kapesan begitu, ya dibantu kalau bisa. Kalau tidak, ya cukup berempati. Nasehat salah tempat begitu mengesankan kita ini lebih rajin sedekah daripada orang lain. Lebih buruk lagi, kita su'uzon bahwa orang itu pelit dan tidak pernah sedekah. Darimana kita tahu? Kenal juga tidak. Yang kenal pun kadang kita tidak tahu karena banyak orang yang menyembunyikan amal salehnya. Nasehat-nasehat itu banyak sekali yang sesungguhnya hanya tepat untuk menasehati diri, bukan ...

Menyalahkan Mudik

Gambar
Para pengambil kebijakan dan media membuat narasi hampir seragam: kenaikan kasus dan kematian Covid diakibatkan oleh... mudik lebaran. Saya kurang setuju. Ada dua alasan mengapa narasi itu tidak akurat dan mencerminkan kesalah-urusan kita dalam pandemi ini. Pertama, Covid ini sudah menyebar di mana-mana. Larangan mudik intinya adalah larangan mobilitas untuk mencegah penyebaran. Jika sudah menyebar, apa poinnya melarang mobilitas? Kedua, karena sudah menyebar, penyebab penularan saat ini lebih pada kerumunan. Di mana saja ada kerumunan, di situ ada risiko besar penularan. Karena kesalahan pertama tadi, pemerintah sepertinya terlalu sibuk mencegah orang mudik. Sementara pencegahan kerumunan tidak dilakukan. Orang Jakarta dilarang mudik, tetapi Ancol dibanjiri pengunjung. Kebun Binatang Ragunan menggelar diskon. Tempat wisata di daerah juga sama. Baik ada mudik atau tidak, kerumunan itu ada di mana-mana selama lebaran.  Dalam bahasa akademik, relasi mudik dan kenaikan kasus itu hanya...

Belajar Bahasa Asing

Gambar
Tidak sengaja, saya menemukan sebuah pidato Bung Karno sebagai sambutan untuk Muktamar Muhammadiyah tahun 1962. Teman-teman Muhammadiyah suka mengutip pidato yang berjudul Regeneration dan rejuvenation  itu sebagai salah satu bukti bahwa Bung Karno itu anggota Muhammadiyah. Ia mengatakan, "Tatkala umur 15 tahun, saja simpati kepada Kiai Achmad Dachlan, sehingga menginthil  kepadanja, tahun '38 saja resmi mendjadi anggota Muhammadijah ..." Saya sendiri lebih tertarik kepada pernyataan lain di pidato itu soal kemampuannya dalam bahasa Inggris. Kita tahu Bung Karno itu punya kemampuan bahasa Inggris yang lumayan. Meskipun pidato-pidato resmi kepresidenannya banyak ditulis oleh bule  asli Skotlandia, Muriel Stuart Walker (dikenal sebagai Ktut Tantri); tetapi Bung Karno sendiri bisa berhasa Inggris dengan baik. Padahal kita tahu bahwa kalau dari segi sekolahnya, bahasa asing utama yang ia pelajari dan gunakan sejak muda adalah Bahasa Belanda. Dari segi zaman dan generasi, Baha...

Koleksi Kitab Kuning Jawi PDF Kajian Islam, Karya Ulama Arab dan Nusantara

Gambar
Saya menemukan daftar link berikut ini di salah satu situs. Tanpa berniat lain-lain, dan hanya ingin 'mengamankan' harta karun ini jika sewaktu-waktu halaman tersaebut hilang, maka saya 'copas' daftar itu. Sumber asal informasi ini sepertinya dari KMNU seperti terlihat dari akun Google Drive.  Semoga ini juga bermanfaat bagi Anda. ------- Al-Quran, Terjemahnya dan Koleksi Tafsir Nusantara Kuno https://bit.ly/maktabatuna_quran Al-Quran, Terjemahnya dalam berbagai Bahasa Dunia Al-qur'an and Its Translations in World's languages   PDF Collection Koleksi Tafsir Klasik Babon  Silakan ke laman ini Koleksi Kitab Ulumul Qur'an Ambil di halaman ini   Kitab-Kitab Tafsir https://bit.ly/3I788aX https://drive.google.com/drive/folders/0B49krkb9SjaCUUM1RjhwdXl3MXM Kitab-Kitab Hadits https://drive.google.com/drive/folders/0B49krkb9SjaCOS1tRmNmclR5bE0 Ilmu Kritik Hadits Aswaja https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCNmZ4d08ybHgyd1U E-Book NU https://dr...