Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

IDACON 2022

Gambar
 

Mengenal Kitab Tahdzib al-Tahdzib Karya Ibn Hajar al-Asqalani

Gambar
Tentang Pengarang: Ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī or Ibn Ḥajar (ابن حجر العسقلاني) bernama lengkap Shihābud-Dīn Abul-Faḍl Aḥmad ibn Nūrud-Dīn ʿAlī ibn Muḥammad ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī al-Kināni. Beliau lahir pada18 Februari 1372 dan menionggal 2 February 1449 CE / 773 – 852 A.H.). Beliau adalah salah satu ulama klasik ahli Hadits yang mengarang lebih dari 150 karya di berbagai bidang studi Islam, mulai dari Hadits, sejaarh, biografi, tafsir, puisi, dan Fikih Syafi'i. Karya beliau yang terpenting adalah kitab syarah Sahih al-Bukhari, yang berjudul Fath al-Bari. Tentang Kitab تهذيب التهذيب للحافظ ابن حجر العسقلاني Kitab ini adalah satu kitab terpenting dalam bidang jarh wa ta'dil  atau kiritik hadits. Kitab ini terdiri atas empat jilid. Unduh PDF Kitab Tahdzib al-Tahdizb Jilid 1 Jilid 2 Jilid 3 Jilid 4 Full + Cover

Jimat Yahudi

Gambar
  "Ini, aku bawakan bekal keselamatan untuk perjalananmu, " kata teman Yahudi saya ketika pamitan pulang kemarin. Ia membekali saya dengan sebuah Tafilim mini yang bentuknya segera mengingatkan saya kepada Al-Qur’an Istanbul (Qur'an Stambul).  Teman saya yang ini termasuk Yahudi langka. Tidak seperti mayoritas Yahudi yang migrasi dari Eropa, Afrika, atau negara Arab, ayahnya migrasi dari India. Ya, ada koq India Yahudi! Saat ini jumlah Yahudi di India sendiri hanya sekitar 5000 orang. Jumlah ini menurun drastis dari 30.000 pada tahun 1950an. Penurunan ini tentu saja bisa dipahami karena akibat migrasi mereka ke Israel.  Sama seperti Yahudi Eropa yang berkulit putih mirip orang Eropa, atau Mizrahi berkulit gelap berambut keriting atau ikal seperti Arab, orang Yahudi India secara fisik juga mirip orang India. Kalau saja dia tidak menyebut namanya yang berbau Yahudi, kita pasti mengira namanya Kumar, Arjun, Ajay atau Tuan Takur kalau laki-laki 😀 Saat ia menceritakan dengan ...

Dholanmu Kurang Adhoh

Gambar
Entah siapa yang menciptakan kata-kata ini. Tetapi begitulah kira-kira yang selama ini kita akui. Tetapi menurut saya, dolan adoh saja tidak cukup, yang benar "Dolanmu kurang akeh." Saya pernah baca tulisan orang yang tinggal jauh di luar negeri lalu mengkritik orang Indonesia sedangkal orang yang "dolannya kurang adoh". Ia sering mengkritik orang Indonesia itu begini begitu. Tidak seperti di "luar negeri." Padahal yang ia maksud "tidak seperti di negeri asing tempat ia tinggal." Ini sebenarnya perbandingan dua negara saja. Bukan perbandingan Indonesia versus semua negara lain sehingga Indonesia menjadi terasa jelek karena berbeda dengan banyak negara. Nah, ketika jelas bahwa perbandingan itu hanya terkait dua negara, maka tidak akan mudah untuk mengatakan Indonesia jelek. Apalagi jika yang dibandingkan adalah budaya. Dua negara itu berbeda, begitu saja. Misalnya, ketika saya dulu tinggal di luar negeri untuk pertama kali, di Kanada sebentar, say...

Berteman Perempuan Jerman

Gambar
Saya sedang duduk melantai di salah satu sudut halaman Dome of the Rock sehabis Jumatan tadi. Saya ingin menikmati sepuasnya keindahan "kubah emas" sebelum pulang ke Indonesia.  Sedemikian khusuknya menikmati pemandangan kubah, saya sampai kaget ketika tiba-tiba ada suara perempuan menyapa, "Brother, do you mind if I sit and pray here?" Ia mendekati dan duduk di semacam "gasebo" kecil di pojok, sekitar dua meter dari tempat saya nglesot. "No. As long as you don't mind I sit here." Jawab saya sambil setengah ketawa. Maksud saya, kalau dia mau salat di situ, kan saya yang jadi nggak enak duduk-duduk di depannya. Setahun saya tongkrongan di Masjidil Aqsa, belum pernah saya disapa perempuan. Maka, saya malah jadi penasaran dengan perempuan ini. Apalagi ia menyapa dengan bahasa Inggris yang tak terdengar native begitu. "Where are you from?" Ia menjawab, "Turkey! And you?" Setelah saya jawab Indonesia, ia malah berbinar berseman...