Kisah Buku Islam dan Disbilitas



Buku Islam dan Disabilitas itu seperti mengiringi perjalanan karir saya dalam studi disabilitas. Bab "Fikih Disabilitas: Dari Dispensasi ke Advokasi" saya tulis tahun 2011, ketika saya baru bergabung di PSLD. Belum banyak orang bicara Islam dan disabilitas waktu itu. Karenanya kami di PSLD mengadakan seminar dengan topik ini, mengundang beberapa orang yang kami anggap bisa mewakili berbagai disiplin pokok: Alquran, Hadits, Fikih, dan Sejarah Islam. 

Saya kebagian Fikihnya. Bukan karena ahli, tetapi karena belum ada orang yang melirik isu ini. Tiga topik lain dipresentasikan oleh Pak Kiai Waryono (Sekarang Direktur Pontren), Pak Prof. Kiai. Nizar Ali (sekarang Dirjen Haji), dan Dr. Kiai Nurul Hak. Dari seminar itu, lahir tiga tulisan dari saya, Pak Waryono, dan Pak Nurul Hak. Dua tulisan kami cantumkan di buku ini, sedangkan tulisan Pak Nurul Hak terbit di tempat lain. 

Tulisan kedua tentang Aksesibilitas Empat Masjid adalah hasil riset tentang masjid-masjid di Yogyakarta tahun 2013. Versi pendeknya sudah terbit di Jurnal Inklusi; versi artikel dalam buku ini lebih lengkap dan disertai foto-foto dari lapangan. Dari segi waktu, riset 2013 menyertai perjalanan 'tengah' dalam pergulatan saya dengan isu Islam dan disabilitas. Saya mulai menjabat sebagai Kepala PLD dan mencoba masuk ke wilayah yang lebih praktis dalam isu Islam dan disabilitas. 

Terakhir, dari segi waktu terbit yang bersamaan dengan akhir jabatan saya di PLD. Saya berharap, insyaallah akan ada karya lagi yang akan saya tulis di masa depan yang berangkat dari inspirasi buku ini. 

***

Salah satu keistimewaan buku ini di mata saya adalah karena penerbitnya. Sekarang, kalau mau, bisa saja saya menerbitkan sendiri lewat PLD Press seperti dua buku yang baru saja terbit. Tetapi tidak, kami mencoba menerbitkannya di tempat lain. Kami bersyukur dan tersanjung ketika Mas Hairus Salim menyetujui publikasi kompilasi buku ini. Sungguh, diterbitkan oleh Penerbit Gading adalah 'stempel' bahwa upaya kami mengusung diskusi Islam dan Disabilitas juga dipandang penting oleh pihak di luar kami.

Dari segi topikbuku ini unik. Silakan coba search Google Books untuk membuktikannya. Gunakan kata kunci "Islam and disability", maka Anda hanya akan ketemu dua karya 'klasik' yang saya tahu sejak pertama kali saya mencoba riset Islam dan disabilitas:  Islam and Disability: Perspectives in Theology and Jurisprudence dan Disability in Islamic Law

Bagaimana dengan literatur Indonesia "Islam dan disabilitas"? Nihil! Tentu saja sebagai peneliti Islam dan disabilitas saya tahu apa yang Google tidak tahu (tumben!πŸ˜…) . Ada beberapa buku sebenarnya yang tercakup topik ini, tetapi lebih spesifik. Misalnya buku Fikih Difabel (Diterbitkan oleh teman-teman Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga, 2016) atau Fikih Penguatan Penyandang Disabilitas (PBNU, 2019). 

Saya tidak akan mengatakan buku ini penting, tetapi kalau Anda peminat studi Islam, sepertinya buku ini ya nggak pantes dilewatkan, IMHO πŸ˜‰

-----

πŸ‘‰Detail buku lihat di halaman ini, mendapatkan buku silakan cek Bukalapak

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama