Redesain Web via ChatGPT


Libur panjang akhir pekan lalu saya gunakan untuk mengerjakan satu hal yang sepertinya tak akan saya kerjakan lagi: mendesain ulang website maftuh.in! Ya, saya kira lho ya, saya nggak akan punya waktu lagi untuk mengerjakan hal beginian.

Dulu, saya selalu meluangkan waktu memang untuk mendesain ulang blog saya. Sejak 2005, tahun kenalan saya dengan dunia blog, saya termasuk antusias untuk belajar kode-kode HTML. Hobi saja, nggak bisa dijelaskan. Saya bisa berhari-hari mengerjakan ini itu, mencari kode ini itu untuk berbagai fungsi dari yang sederhana soal tipografi sampai dengan layout. Kurang kerjaan sekali. Tetapi sama dengan Anda yang hobi mancing buang waktu di pinggir kolam atau kali, saya juga begitu: buang waktu di depan komputer untuk memecahkan berbagai kode.

Saya sudah lama tidak mengerjakan itu lagi. Terakhir saya kerjakan website (blog) saya itu entah kapan. Itu pun saya hanya comot template gratis dengan modifikasi sangat minimal. Nggak punya waktu.

Tetapi entah kenapa, saya kemarin penasaran untuk menggunakan ChatGPT. Kabarnya, ChatGPT kan sangat canggih untuk koding. Pasti canggih juga untuk mendesain website. Saya duduk di depan laptop lagi untuk sesuatu yang lama tak saya kerjakan. Mendesain ulang website.

Singkat cerita, memang singkat cerita. Mendesain ulang website dengan ChatGPT ternyata sangat-sangat super mudah. Setiap kali ada masalah, cari solusi hanya satu klik. Setiap kali ingin menambah ini dan itu, cukup minta ChatGPT membuatnya. Dulu, saya harus googling mencari solusinya. Baca tulisan-tulisan relevan yang bisa menjawab persolan. 

Sampai dengan ketika desain sudah selesai pun, ChatGPT juga bisa diminta menganalisis kecepatan loading dan SEO-nya. Belum pernah saya bayangkan bahwa suatu ketika saya akan punya mitra ngulik pekerjaan sesabar dan secepat dia. Pekerjaan yang mungkin dulu harus saya kerjakan seminggu, secara prinsip selesai tiga hari saja. Wah!