Hujan Siraman Rohani

Apakah hujan ceramah di bulan Ramadan bisa mengakibatkan masuk angin? Kita mungkin perlu mengajukan pertanyaan susulan seperti itu dalam survei ceramah kita.The golden rule is, 'apa pun itu kalau terlalu banyak ya tidak baik'. 

Dulu ada tiga orang yang datang kepada Nabi untuk 'pamer' kesalehan. Orang pertama bilang, ia puasa terus setiap hari. Orang kedua tidak mau kalah, ia tak pernah tidur di malam hari karena sibuk salat malam. Sementara orang ketiga bilang ia rajin beramal saleh sampai-sampai tak perbah mengumpuli istrinya.

Nabi senyum-senyum. "Ini nggak gue banget..." mungkin begitu yang ada di dalam hati beliau. Kemudian dengan halus menegur mereka. "Aku nih Nabi. Meskipun puasa, tapi tidak tidap hari. Aku juga bangun malam, tapi ya tidur dulu. Aku punya istri, dan aku pun menghabiskan sebagian waktuku bersama mereka. Dalam dirimu, ada hak perutmu untuk makan, hak matamu untuk tidur, dan hak istrimu untuk digauli." 

Beragama yang baik itu adalah seni menjalankan pola hidup jalan tengah. Nggak terlalu kiri, juga nggak terlalu kanan. Demikian pula dengan ceramah agama. Kalau terlalu banyak ceramah agama, dan agama menjadi 'ceramah melulu', bisa-bisa kita menjadi umat yang kebal terhadap siraman ruhani. Atau masuk angin dan muntah ceramah. 

Di masjid sebelah kampung, mereka rajin sekali mengaadakan ceramah agama di bulan puasa. Di pagi hari, mereka punya kuliah subuh. Sore hari, mereka punya pengajian takjil. Saat tarawerh, mereka punya jadwal kultum. 

Di masjid kampung saya sendiri, saya mendapatkan jadwal ceramah dua kali sehari: pagi kuliah subuh, malam kultum taraweh. Karena saya salatnya di langgar sebelah rumah, saya nggak pernah mau datang untuk kuliah subuh di masjid. Saya saja bosen, apalagi yang ndengerin ceramah :(

Survei membuktikan mayoritas (65%) anggota Jamaah Facebook mendengarkan ceramah setiap hari, sebagian kecil mendengarkan ceramah 3 x sehari, sebagian (26%) lagi 2 x sehari, dan sebagian lagi (33%) 1 x sehari. Benar-benar 'musim ceramah' ya...

Pertanyaan pentingnya, dengan banyaknya ceramah yang diselenggarakan di langgar, masjid, dan media lain, apakah ada perubahan sosial yang signifikan di masyarakat? Apakah masyarakat kita menjadi baik?


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama