Filantropi Islam (Edisi 2017)


Judul buku: Filantropi Islam: Fikih untuk Keadilan Sosial 
Penerbit: Magnum Pustaka Utama (Yogyakarta) 
Tahun: 2017 
ISBN: 978-602-1217-75-7

Riset awal Buku Filantropi Islam: Fikih untuk Keadilan Sosialdilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar mata kuliah Filantropi Islam di Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Prodi IKS), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tujuan buku ini adalah untuk mengenalkan filantropi dalam perspektif Fikih. Pendekatan yang digunakan adalah integrasi-interkoneksi. Fikih dan Filantropi dibicarakan secara integratif tanpa menganggap sebagai dua hal yang berbeda dan terpisah. Missinya adalah menempatkan Fikih sebagai pondasi dan panduan Filantropi Islam dan menempatkan gerakan filantropi sebagai alat ekspresi ajaran-ajaran Fikih.

Prodi IKS, yang melahirkan alumni bergelar S.Sos di sebuah perguruan tinggi Islam, mewakili dengan baik visi UIN untuk menjadi universitas yang mengintegrasikan pengetahuan ‘umum’ dan ‘agama’. Buku ini ditulis, karenanya, dengan semangat integrasi-interkoneksi itu.

Konon, Ilmu dan praktik pekerjaan sosial (social work) berkembang dari tradisi filantropi. Di Barat, tradisi filantropi tersebut banyak berakar dari tradisi agama. Di Timur, ceritanya tidak berbeda. Wajar demikian karena agama sudah berumur ribuan tahun untuk mengajarkan kebajikan. Filantropi itu intinya berbuat kebajikan. Maka agama dan filantropi harusnya menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisah. Orang beragama harus berbuat baik, meskipun berbuat baik tidak harus beragama.Berbicara tentang agama, ya harus berbicara tentang filantropi, walaupun berbicara filantropi tidak harus berbicara tentang agama.Karena social work berakar dari filantropi, dan agama sangat identik denganfilantropi, maka berbicara tentang “filantropi, Islam, dan pekerjaan sosial” adalah berbicara satu hal dalam berbagai ekspresi.

Buku ini ditulis lebih sebagai pengantar diskusi dan belajar. Karena itu, konsep-konsep dasar akan disajikan. Pembaca akan diajak mencerna pengertian filantropi dan mengapa orang memberi kepada dan membantu orang lain. Konsep teoretis akan segera diikuti dengan diskusi contoh. Atau sebaliknya, contoh-contoh diikuti dengan diskusi teoretis.

Meski mungkin beberapa kali akan dirujuk, sejarah filantropi bukan perhatian buku ini. Jadi, dalam beberapa topik, kita akan menyingkung sejarah sekedar untuk mengantarkan diskusi atau memberikan ilustrasi praktik yang pernah ada.

Sudut pandang utama buku ini adalah Fikih. Konsep kebajikan diajarkan agama Islam melalui berbagai cara. Fikih adalah salah satu caranya. Dibandingkan dengan kebajikan lewat ajaran akhlak yang lebih etis, Fikih menawarkan rumusan-rumusan yang lebih praktis, meski tidak selalu relevan dengan zaman. Nah, karena itu, hal-hal yang sudah tidak terlalu relevan, diabaikan. Kita usahakan untuk mengambil yang paling cocok dengan zaman sekarang.
Semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama