Legenda Gudeg Jogja: Dari Mbah Lindu ke Mbah Pon

Sebuah pesan WA masuk ke HP saya kemarin malam:

Namanya mbah Pon…… Penjual gudeg di pojokan Pasar Beringharjo Jogja. Mempunyai lima anak, yang dua anak sudah kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM), dua lagi di Insititut Teknologi Bandung (ITB) dan satu lagi di Universitas Indonesia. Mereka sekolah sampai jenjang kuliah tanpa beasiswa. Siang itu, mbah Pon duduk di depan para peserta seminar yang antusias ingin belajar kesuksesan dari mbah Pon...

Dan seterusnya. Anda cari di Google dengan kata kunci Mbah Pon Gudeg Beringharjo, maka puluhan halaman memuat kisah ini. Sama persis. termasuk situs se-terpercaya: ANTARA!

"Rif, kenal karo mbah Pon ini?" begitu tanya teman saya yang mengirimkan WA dari Jakarta. Saya tidak kenal. Tetapi dari model tulisannya, saya sudah curiga ini bukan cerita nyata: disebutkan momennya adalah seminar, tetapi kapan dan dimana tidak ada keterangan. Maka saya google dengan kata kunci tadi. Tulisan tertua di salah satu blog berasal dari Juni 2018. Hanya saja, ada bekas copas dari *pesan* yang _viral_ di WA. Jadi, asal-usul cerita ini dari mana tidak terlacak.

Kata kunci yang sama justru mengarahkan ke orang lain: Mbah Lindu. Mbah Lindu ini nyata. Foto-foto Mbah Pon yang beredar viral adalah foto Mbah Lindu, penjual gudeg legendaris dari Sosrowijayan. Kisah perjuangannya jualan gudeg begitu inspiratif. Banyak yang menulis tentang Mbah Lindu.

Rupanya, dari legenda Mbah Lindu inilah dongeng Mbah Pon diangkat. Nggak apa-apa sih. Buat hiburan mereka yang sedang gundah dilanda masalah. Bahwa masalah kehidupan itu sebenarnya tidak ada. Kita sendiri yang bikin masalah. Mbah Pon hidup bahagia, sukses membesarkan anak-anaknya karena tidak ada kata masalah dalam hidupnya.

"Masalah niku nopo to?" Tanyanya balik ke penanya di seminar. Si penanya menjelaskan, "Niku lho mbah, misalke pas badhe mbayar sekolah pas mboten wonten arthone” Dengan entheng Mbah Pon menjawab, "Oh alah, nek ra nduwe duit, yo njaluk Gusti Alah. Sesok terus ono wong sing mborong gudeg'e."

Kalau Anda punya masalah dalam hidup ini, tidak mampu menyelesaikannya, cobalah malu sama Mbah Pon. Soal beliau itu cuma dongeng penghibur hati, abaikan saja. Anggap saja, saya gagal menemukannya. Wong kantor berita Antara saja memuat kisahnya. Atau, semoga saja Mbah Pon ini nyata dan menjadi nyata lewat dirimu. Ya, kamu!


Situs sekelas Antara. Copas cerita. Copas foto. Berita macam apa?


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama