Filantropi Islam: Teori dan Praktik

Filantropi Islam: Teori dan Praktik
Cetakan I Januari 2020
Edisi pertama terbit tahun 2017 dengan judul 
Filantropi Islam: Fikih untuk Keadilan Sosial
Diterbitkan oleh Magnum Pustaka Utama
ISBN: 978-602-5789-77-9
Pemesanan Buku: https://wa.me/6288202675750

Ketika buku ini terbit pada 2017, saya baru mengajar mata kuliah Filantropi Islam. Untuk mengajar, saya berusaha mencari referensi dan saya sadari bahwa referensi yang bersifat 'text book' untuk Filntropi Islam tidak ada. Tulisan-tulisan tentang filantropi Islam yang tersedia adalah hasil-hasil riset tentang praktik pengelolaan zakat infaq dan sedekah. Dalam konteks kuliah, buku-buku itu bersifat advance, bukan introductory. Oleh sebab itu, saya menyusun buku Filantropi Islam yang berisi pengantar teoritis.

Setelah dua tahun mengajar dan menggunakan buku tersebut, ada kebutuhan lain yang saya lihat: bahwa pengantar teori saja belum cukup. Harus ada pengantar praktis. Kebetulan, kelas filantropi Islam yang saya ampu menyediakan bahan yang cukup untuk melihat bagaimana praktik filantropi itu di level praktis tetapi sekaligus introductory. Proyek-proyek filantropi yang dilakukan oleh kelas 2019 dapat dijadikan contoh. Proyek-proyek ini sifatnya dikelola sendiri oleh mahasiswa dan dikerjakan dalam tempo kurang dari tiga bulan. Maka, pengalaman singkat itu dapat menjadi pengantar yang baik untuk proyek yang lebih besar.

Buku edisi 2020 ini, selain berisi pengantar teori Filantropi Islam, memuat kisah delapan proyek filantropi yang dilakukan oleh mahasiswa prodi IKS UIN Sunan Kalijaga. Tanpa pengalaman, para mahasiswa ini membuktikan bahwa kerja tim, motivasi untuk membantu, dan kemauan untuk belajar dapat menjadi ramuan untuk berhasil membuat program filantropi. Ada yang membantu tetangganya, ada yang membantu temannya, ada yang membantu komunitas, masjid, panti asuhan, dll.

Menurut hemat saya, kisah mereka ini penting untuk dibukukan karena dapat menjadi rujukan bagaimana para mahasiswa bergulat langsung dengan dunia filantropi. Pengalaman itu memperkaya pengetahuan mereka dan bahkan mungkin lebih mengesankan daripada teori yang diperoleh dari buku ini. Sebab, dalam praktik itu mereka berhadapan dengan bagaimana menyusun proposal kegiatan yang baik, memilih tema yang tepat, mengorganisir fundraising, berhadapan dengan berbagai hambatan administrasi, waktu, birokrasi, jaringan, bahasa, konflik penduduk di lokasi filantropi, dan seterusnya.

Awalnya, saya menyiapkan bagian kedua ini menjadi buku khusus dengan judul: Filantropi Islam: Kisah-kisah Kebajikan. Tetapi mengingat pentingnya revisi buku Filantropi Islam: Fikih untuk Keadilan Sosial, saya berpikir untuk menyatukan saja draf buku itu dengan buku yang sudah terbit. Sebab, keduanya memiliki relevansi yang sangat dekat, sebagai satu kesatuan teori dan praktik. Maka, jadilah buku dengan judul baru yang mencerminkan perubahan mendasar itu.

Seperti buku pertama, saya berharap buku ini membawa manfaat yang lebih besar dari sekedar referensi di kelas kuliah Filantropi Islam.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama