Los Angeles Diary (5): Melayani dengan Sepenuh Energi


Bagi saya, UCLA bukan nama baru. Saya murid Pak Atho Muzhar, mantan rektor IAIN Sunan Kalijaga, yang alumni universitas ini. Sementara sekarang, kita kenal Khaled Abou El Fadl, pakar hukum Islam yang bukunya banyak kita diskusikan di kampus UIN Sunan Kalijaga. Tetapi, kedatangan saya kali ini membawa misi yang lain: layanan bagi mahasiswa difabel.

Kampus University of California Los Angeles terletak lumayan jauh dari pusat kota LA tempat saya tinggal, tetapi saya cukup naik bus satu kali dan satu jam :) Meski lama, tetapi perjalanannya tidak membosankan karena bus melewati kawasan-kawasan yang sangat kita kenal lewat film-film Amerika: Beverly Hill dan Hollywood. Tulisan Hollywood di bukit yang iconic itu jelas terlihat dari jendela bus (oh, kami harus menyelesaikan pekerjaan dulu sebelum jalan-jalan, he he he).

Kantor yang kami tuju di UCLA adalah Office for Students with Disability, atau PSLD-nya UCLA. Kami sudah janjian dengan direktur dan salah satu wakil direktur di kantor itu. Tujuan kunjungan kami sebenarnya di luar kunjungan riset, tetapi kami yakin ada dua hal bisa kita lakukan: pertama, memperoleh gambaran yang lebih luas tentang hak para difabel di Amerika, dan kedua, "studi banding" untuk pengembangan PSLD -- kegiatan bonus, gratis, dan tak perlu anggaran besar seperti studi banding para anggota dewan :D

Maka, seperti yang kami duga, kami memperoleh semua yang kami inginkan. Puluhan brosur, formulir, prosedur layanan, bentuk-bentuk layanan, teknologi bantu, dan sejumlah layanan yang jelas membuat kami hanya bisa geleng-geleng kepala: mereka mempunyai ratusan staf take-note, belasan penerjemah isyarat, melayani 1800-an disabel pertahun, dan anggaran? oh, jangan dibandingkan ... sesuai dengan kebesaran kampusnya, demikian pula layanan difabelnya. Kalau kami baru melayani dengan sepenuh hati, mereka sudah melayani dengan sepenuh energi :D

Kami juga menemukan istilah baru -- meskipun sudah melakukannya di Jogja -- tetapi kami tak pernah mempunyai istilah khusus untuk itu: proctoring!!! Proctoring adalah layanan tes adaptif bagi para difabel. Layanan proctoring di sini sudah sangat canggih karena tidak hanya menyediakan tes dalam format alternatif, tetapi juga ada asessmen ahli untuk menilai extra time yang diperlukan (kami di Jogja main pukul rata saja: 30 menit atau sekian persen), dan mempunyai juga ruangan khusus: proctoring center.

Kunjungan ke UCLA kalau dirangkum dalam satu kata bagi PSLD, adalah "INSPIRING"! Mungkin tahun depan kami tak punya anggaran sebesar tahun ini bagi PSLD, tetapi daftar pekerjaan yang bisa kita lakukan tanpa anggaran besar berdasarkan inspirasi dari OSD UCLA sangat banyak. Tinggal kita uji saja, apakah energi kerelawanan dan keihlasan kita bisa cukup untuk melakukannya. Doakan ya!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama