Los Angeles Diary: (2) Workshop Teknologi Bantu


Kalau minggu lalu kami sibuk dengan "orientasi mobilitas". minggu ini kami sudah mulai benar-benar sibuk dengan jadwal appointments. Sehari bisa dua kali di dua tempat yang berjauhan di sudut-sudut Los Angeles. Jadi, jangan kira orientasi mobiloitas hanya soal jalan-jalan, it's really a foundation to work harder :D

Hari Senin kemarin, misalnya, kami punya dua jadwal dari jam 9 pagi. Tolong dikontekskan, Subuh di sini jam 05:30, bukan 04:30. Jadi, jadwal jam 09:00 itu ya sama dengan jam 08:00. Kami janjian dengan pengelola klinik, Jenny Fee, atau 'center' kalau di Universitas kita, yang ada di Southwestern Law School. Klinik Jenny sebenarnya khusus menangani kasus anak-anak, karena itulah namanya adalah Children's Right Clinic.

Sayang sekali, Jenny ada jadwal mendadak sehingga pertemuan dibatalkan. Padahal, tahu nggak, kami sudah lari-lari dari stasiun metro karena takut terlambat. Info pembatalan baru kami terima saat kami secara tak sengaja berpapasan dengan Prof Cammack di jalan. Karena itu, kami putuskan untuk menyusun rencana B di ruangannya sambil menunggu waktu untuk jadwal utama hari ini: menghadiri Disability Awareness Week (DAW) di California State University.

Kami segera bergegas ke CalState, begitu mereka menyebutnya, saat waktu sudah menunjukkan jam 11. Kami belum tahu persis lokasinya dan kelihatannya tempat itu cukup jauh: naik kereta, turun, jalan beberapa meter, dan naik bus.

Meski sempat kehilangan arah, karena HP lowbat dan tak bisa menggunakan GPS maupun Google, kami pun akhirnya sampai di sana. CalState terletak di pinggiran LA yang untuk naik bus ke sana kami harus menambah tiket. Lokasi kampus CalState berbukit-bukit. Turun dari bus, yang pertama kami lakukan adalah naik lift setinggi kira-kira tiga tingkat hanya untuk mencapai pintu gerbang belakang kampus.

Karena lokasi yang dijadwalkan untuk workshop teknologi bantu tidak terdaftar dalam peta, kami pun harus bertanya. Untungnya, ada mahasiswa difabel daksa yang sedang berjalan berpapasan dengan kami dan membawa flayer kegiatan workshop itu. Kepadanya kami bertanya, dan darinya kami memperoleh informasi kantor "PSLD" (mereka menyebutnya OSD) dan kemudian menemukan lokasi workshop.

Karena waktu masih setengah jam dan "jam perut" sudah menunjukkan waktu makan siang, kami pun bergegas mencari tempat makan. Ah. Ruaaame pol. Antrean panjang. Meski galau menahan lapar, saya yakin Bu Ro'fah lebih tentram hatinya karena kami lihat ada puluhan mahasiswi berjilbab dan cantik-cantik lalu lalang atau berkerumun makan bareng di kantin :D Itu pemandangan yang susah sekali kami temukan selama seminggu tinggal di Downtown LA!!!

Menurut flayer, acara workshop ini bertujuan untuk "explain assistive technologies, including screenreaders, screen enlargement, CCTV, voice input, text readers, and Braille."Seperti judul dan tujuannya, itu pula yang kami dapat di dalam ruangan.

Philip White, orang yang paling bertanggungjawab atas teknolgi bantu di CalState, memeperkenalkan berbagai software yang umumnya juga sudah kami tahu: Jaws untuk tunanetra, text reader dan enlarger. Satu saja yang mungkin selama ini kami harapkan ada dalam versi Indonesia: speech to text software!
Kantor Philip White

Apa yang lebih penting adalah sesudah workshop. Setelah kami memperkenalkan diri, Philip mengajak kami mampir ke kantor dan ruangannya. Ia banyak bercerita tentang "perjuangannya" selama lima belas tahun di sini untuk membangun semua aksesibilitas yang kini tersedia di CalState. Philip membagikan banyak pengetahuan dan jaringan dan berjanji untuk membantu kami selanjutnya. Menarik juga melihat kantor Accessible Technology Learning di kantornya yang lengkap dengan segala alat bantu 'mahal' :(

Ok, that's it for tonight.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama